|
|
| |
Dewan Tanggapi Tambahan Modal Kelistrikan Perusda dprdkutaikartanegara.go.id - 29/07/2009 15:20 WITA
 Rapat paripurna raperda penyertaan modal pemerintah daerah kepada Perusda Kelistrikan Photo: murdiansyah | | |
SOROTAN terhadap pelayanan kelistrikan di Kabupaten Kukar kembali disampaikan Anggota Dewan daerah ini. Selain persoalan byar pet listrik, rancana penambahan penyertaan modal kedalam Perusahaan Daerah (Perusda) kelistrikan dan sumber daya energi untuk memaksimalkan kelistrikan daerah juga mendapat berbagai tanggapan.
Pandangan terhadap layanan dan penambahan modal kelistrikan daerah ini disampaikan langsung oleh 4 Fraksi DPRD dalam rapat paripurna terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah: Penyertaan Modal dan Saham Pemerintah Daerah kepada Perusda Kelistrikan dan Sumber Daya Energi, belum lama ini (22/7), di Gedung DPRD Kukar.
Fraksi Golkar, misalnya, dalam pandangan umumnya yang disampaikan juru bicaranya, Abdul Sani, memaparkan, keperihatinannya tehadap kondisi kelistrikan di daerah ini. Ia menyampaikan, masyarakat sebenarnya mengalami ketidakpuasaan terhadap layanan listrik yang ada, lantaran seringnya terjadi pemadaman listrik. "Secara tak langsung, hal ini tentu saja sangat merugikan masyarakat sebagai konsumen," ujarnya.
Selain hal itu, Fraksi Golkar juga menyampaikan harapannya, agar penyertaan modal daerah kali ini tidak mengalami nasib seperti investasi sebelumnya yang telah dilakukan pemerintah daerah, yakni hanya menyerap dana yang sangat besar, namun tidak membawa manfaat yang berarti bagi masyarakat.
"Dan kami minta kepada paripurna agar peraturan daerah tentang penyertaan modal dan saham daerah kepada Perusda kelistrikan dan sumber daya energi dapat dibahas lebih lanjut oleh panitia khusus. Ini kami maksudkan agar nantinya dapat menjadi peraturan daerah yang dapat dipertanggungjawabkan dan bermanfaat," tandas Sani.
Sedangkan Farksi PDI Perjuangan dalam pandanganya yang dipaparkan juru bicara fraksi, Abed Nego Simanjuntak, menyampaikan, dengan adanya rancangan penyertaan modal dan saham pemerintah daerah kepada Perusda kelistrikan, sangat diharapkan daerah ini tidak lagi mengalami kekurangan tenaga listrik.
"Sangat ironis sekali, Kukar yang melimpah sumber daya alamnnya, ternyata krisis listrik. Wajar saja masyarakat banyak mengeluh byar pet listrik. Masyarakat sebagai konsumen selayaknya mendapatkan pelayanan yang baik, yakni pelayanan listrik yang maksimal," ujar Abed.
Sementara itu, dalam pandangan umum Fraksi Amanat Persatuan Indonesia (API), dipaparkan, persoalan kelistrikan di daerah ini sebenarnya sudah sangat memperihatinkan. Hampir setiap hari byar pet. Selain itu juga ditambah persoalan beban yang dibayar masyarakat mahal.
"Itu karenanya, pihak Perusda nantinya jangan jadi PLN kedua. Dan kalau bisa kita berinvestasi dibidang kelistrikan secara optimal sehingga tidak lagi harus bergantung kepada pihak PLN," tegas Aini Farida, juru bicara Fraksi API.
Dikatakannya, terkait pandangan fraksi API terhadap penyertaan modal daerah terhadap Perusda kelistrikan, "Kita berharap penyertaan modal tersebut juga dapat meningkatan pendapatan asli daerah. Dan yang terpenting lagi layanan listrik di daerah ini dapat diatasi dan dimaksimalkan."
Sedangkan pandangan Fraksi Banteng Keadilan (BK) terhadap raperda yang diajukan pemerintah daerah tentang penambahan penyertaan modal kedalam Perusda kelistrikan daerah ini, pada prinsipnya setuju untuk dibahas lebih lanjut.
"Hanya saja fraksi kami berpandangan perlu dilakukan studi kelayakan terlebih dahulu berkaitan dengan penyertaan modal tersebut, dalam hal ini harus dikaji manfaat yang diperoleh dalam rangka peningkatan pelayanan publik, termasuk berapa pendapatan daerah yang akan diperoleh dari hasil penyertaan modal dan apa jenis penyertaan modal yang akan dilakukan dan lain-lain," papar Suriadi, juru bicara Fraksi BK.
Tak hanya itu saja, Fraksi BK juga mengkritisi kebijakan pemerintah daerah yakni terkait tidak transparannya mengenai persoalan penyertaan modal, terutama berapa keuntungan yang sudah didapatkan Perusda dan berapa PAD yang masuk ke kas daerah dari Perusda kelistrikan dan sumber daya energi. (gu2n)
|
| |
|
|
|
|

Komisi II Sidak Proyek jalan semenisasi jalur Desa Lebak Mantan Kecamatan Muara Wis Puandan-Kuyung . Proyek jalan sepanjang 17,4 km itu dikerjakan tahun 2007 hinga tahun 2010 dan sudah menyerap angagaran puluhan miliar rupiah, belum rampung |
|
|
|
|
Foto: dprdkutaikartanegara.go.id/dian |
|
| |
|