|
|
| |
Dewan Intip ’Proyek Hutan’ Di Samboja dprdkutaikartanegara.go.id - 13/11/2009 11:34 WITA
 Kawasan hutan Samboja Lestari yang dikelola Yayasan BOS Photo: murdiansyah | | |
DALAM jadwal kerjanya belum lama ini, Komisi II DPRD Kabupaten Kukar melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Samboja. Kunjungan yang dimaksudkan sebagai kegiatan monitoring itu dilakukan untuk menyerap aspirasi dan sekaligus memantau pembangunan di wilayah kecamatan.
Diantara beberapa obyek kunjungan yang dilakukan Komisi II adalah lokasi penangkaran Orang Utan yang dikelola Yayasan Penyelamat Orangutan Borneo (The Borneo Orang Utan Survival Foundation). Yayasan yang juga lebih dikenal dengan nama Borneo Orangutan Survival (BOS) itu merupakan bagian kegiatan yang sering menjadi perhatian Anggota Dewan.
Kedatangan rombongan Komisi II yang dipimpin langsung Salehudin dan didampingi beberapa anggota DPRD Kukar diantaranya: Aji Dendy, Puji Hartadi, Arif Arizal, Sudirman, Jurniansyah, Suwaji, Rusliandi, Sudarto, Zainuddin Arhap, dan Kahiril Anwar Effendi, diterima langsung oleh pimpinan Yayasan BOS, Mr William.
Selain berdialog dengan pengelola yayasan, rombongan Komisi II DPRD Kukar juga menyempatkan diri melihat langsung sebagian lokasi yang dikelola Yayasan BOS.
Dalam awal berdirinya tahun 1991, Yayasan BOS merupakan proyek rehabilitasi Orangutan dan Beruang Madu. Selain kegiatan utamanya melakukan rehabilitasi satwa liar sebelum dilepaskan ke habitat aslinya, Yayasan BOS yang berlokasi di Kelurahan Margomulyo, Samboja itu juga melakukan kegiatan rehabilitasi hutan dan pengelolaan air tadah hujan.
Bagi masyarakat setempat, keberadaan Yayasan BOS sendiri mendapat respon baik. Selain programnya menyelamatkan keberadaan Orangutan dan Beruang Madu serta pengelolaan hutan dan air secara arif, Yayasan tersebut juga keberadaanya bagi masyarakat sangat bermanfaat karena program-program pendidikannya bagi masyarakat yang menekankan pengelolaan lingkungan.
Sekadar informasi, luas areal yang dikelola Yayasan BOS untuk perlindungan satwa liar dan hutan sekitar 1800 Hektare. Dalam lokasi tersebut terdapat enam pulau buatan yang sengaja diperuntukan sebagai tempat Orangutan.
Selain itu, kawasan konservasi satwa tersebut juga dilengkapi dengan ’Sekolah Hutan’ yang menyediakan tempat bermain dan pengenalan kembali keterampilan bagi Orangutan untuk bertahan hidup setelah dilepasliarkan ke habitat aslinya.
Tak itu saja, Yayasan BOS juga memiliki sebuah program eko wisata yang dikenal Samboja Lodge. Dalam programnya, Samboja Lodge mengedepankan misi kelestarian lingkungan yang dikelola dalam beberapa kegiatan harian yayasan seperti: program rehabilitasi satwa dan kegiatan rehabilitasi lahan kritis.
Suwaji, Anggota Dewan daerah ini yang juga merupakan masyarakat Samboja, mengatakan, keberadaan Yayasan BOS bagi masyarakat Samboja sangat berarti. ”Dulunya wilayah ini gersang dan penuh ilalang. Tak ada kelesatrian hutan. Dan Yayasan BOS bersama-sama masyarakat itulah yang kini mengelolanya dengan baik menjadi wilayah pelesatrian satwa, hutan, dan air,” ungkap Suwaji, yang juga merupakan printis yayasan tersebut.
Melihat besarnya manfaat pengelolaan satwa dan hutan yang dilakukan Yayasan BOS, Suwaji, meminta, agar pemerintah daerah dapat lebih serius memperhatikan keberadaan dan perlindungan potensi hutan diwilayah tersebut.
 Kantor Yayasan BOS Samboja Photo: murdiansyah | | |
”Kalimantan Timur ini kaya dengan potensi hutannya. Kita berharap kedepannya pemerintah lebih arif memperhatikan keberadaan hutan dengan pengelolaannya yang seimbang seperti, mewujudkan pariwisata alam, penghijauan kembali hutan lindung, penelitian, mengelola sumber air minum, dan perlindungan terhadap hewan-hewan yang hampir punah,” ujar Suwaji. (evi/dian/gu2n)
|
| |
|
|
|
|

Komisi II Sidak Proyek jalan semenisasi jalur Desa Lebak Mantan Kecamatan Muara Wis Puandan-Kuyung . Proyek jalan sepanjang 17,4 km itu dikerjakan tahun 2007 hinga tahun 2010 dan sudah menyerap angagaran puluhan miliar rupiah, belum rampung |
|
|
|
|
Foto: dprdkutaikartanegara.go.id/dian |
|
| |
|