|
|
| |
Proyek Turab Mangkrak, Dewan Kritisi Kontraktor Nakal dprdkutaikartanegara.go.id - 20/11/2009 23:18 WITA
 Suwaji saat melakukan tinjauan ke proyek turab mangkrak Kecamatan Kota Bangun Photo: murdiansyah | | |
DPRD Kabupaten Kukar kembali menyoroti keberadaan proyek turab beton yang terletak di sepanjang sungai Mahakam Kecamatan Kota Bangun. Proyek yang dibangun dengan anggaran besar itu tampak hingga kini masih mangkrak. Dan Anggota Dewan Komisi II bidang Pembangunan, belum lama ini (17/11), melakukan peninjauan ke lokasi proyek turab tersebut.
Rombongan Komisi II yang dipimpin wakil ketua komisi, Suwaji dan didampingi anggotanya: Sudarto, Sudirman, Kamarur Zaman, Kahiril Anwar Effendi, Arif Afrizal, Rusliandi dan Jurniansyah, langsung melakukan inspeksi ke proyek yang juga selama ini disebut-sebut ’proyek mangkrak.’
Selain anggota dewan, dalam tinjau lokasi ’proyek mangkarak’ tampak pula pihak eksekutif yakni dari Bawaskab: Anwar Sanusu, Dinas Perhubungan: Anwar B, dan staf kecamatan setempat: Sugiarto, serta kalangan aparatur desa dan tokoh masyarakat Kota Bangun.
Seperti dikatahui dari hasil peninjauan Komisi II di Kecamatan Kota Bangun, warga setempat sebenarnya seringkali mengeluhkan keberadaan proyek penuraban tersebut. Bahkan tak itu saja, warga sebenarnya juga meminta kepada pemerintah daerah agar proyek itu secepatnya dibenahi dan diselesaikan pembangunannya.
Dari hasil tinjuan di lapangan, proyek turab dengan panjang sekitar 1.525 meter dan lebar 8 meter yang terletak di sepanjang 8 RT Desa Kota Bangun Ulu dan Dusun Al Huda Kota Bangun Ilir itu memang tampak menyedihkan. Betapa tidak, pembangunan yang memakan tidak sedikit dari anggaran APBD tahun 2005 itu hingga kini yang terlihat hanya rusak parah dan tidak ada pembenahan.
Rusli Anwar, Ketua BPD Kota Bangun Ulu, mengatakan, warga Kota Bangun sebenarnya telah lama merasa aneh dengan keberadaan proyek penuraban yang tidak rampung-rampung tersebut. Tak hanya itu, warga juga heran dengan pembangunan proyek yang dianggarkan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) daerah ini dan dikerjakan oleh kontraktor selama satu periode: 5 tahun, ternyata hingga kini tidak kunjung selesai.
”Dan wajar kan kemudian masyarakat menilai proyek penahan gelombang dan longsor itu mubajir dan tidak ada manfaatnya.Tampak, pembangunan terkesan tidak direncanakan sebelumnya. Terkesan amburadul. Tidak tertata dengan rapi dan terlihat kumuh. Apalagi tiang pancang beton turab banyak rusak dan hancur. Ini malah merusak keindahan kecamatan,” ungkap Rusli Anwar.
Sementara itu, menyikapi banyaknya masukan warga setempat, Komisi II DPRD Kukar berjanji akan terus memperjuangkan keinginan masyarakat Kota Bangun terkait keberadaan turab yang terlihat rusak parah.
Bukan itu saja. Dalam kunjungan tersebut, Anggota Dewan juga menyampaikan kekecewaanya terhadap instansi terkait yakni DPU yang tidak hadir dalam kunjungan bersama ini. ”Saya selaku ketua rombongan merasa kecewa dengan tidak hadirnya dari Dinas Pekerjaan umum tanpa ada keterangan yang jelas,” ungkap Suwaji.
Dikatakannya, dalam waktu dekat pihak Dewan akan segera memangil pihak pemerintah daerah dan instansi terkait, teutama DPU untuk meminta keterangan terkait pembangunan proyek turab ini.
 Komisi II kecewa pada DPU yang tidak hadir dalam kunjungan ke Kota Bangun Photo: murdiansyah | | |
”Jika dengar pendapat nanti terdapat indikasi penyimpangan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan maka kita akan memberikan peringatan yang keras. Pihak Dewan juga akan melayangkan surat ke pemerintah daerah agar dilakukan penghentian dan pemutusan kontrak kepada pihak kontraktor yang nakal,” tegas Suwaji. (dian/gu2n)
|
| |
|
|
|
|

Komisi II Sidak Proyek jalan semenisasi jalur Desa Lebak Mantan Kecamatan Muara Wis Puandan-Kuyung . Proyek jalan sepanjang 17,4 km itu dikerjakan tahun 2007 hinga tahun 2010 dan sudah menyerap angagaran puluhan miliar rupiah, belum rampung |
|
|
|
|
Foto: dprdkutaikartanegara.go.id/dian |
|
| |
|