|
|
| |
Warga Kota Bangun Menanti Pembenahan Turab dprdkutaikartanegara.go.id - 20/11/2009 23:24 WITA
 Turab Kota Bangun yang kini tampak rusak Photo: murdiansyah | | |
BETAPA tidak warga harus mengeluh lantaran banjir campur lumpur yang tidak dapat ditangkal bila musim hujan dan banjir datang. Berharap-harap agar ada perhatian serius pemerintah, ternyata hingga kini warga harus menilai: tidak ada seriusnya. Inilah nasib dan keluhan sebagian warga yang menunggu proyek penuraban dapat segera diselesaikan.
Seperti diungkapkan, Sugiarto, warga Kecamatan Kota Bangun kepada media ini, ”Jika terjadi hujan seperti saat ini. Aktivitas warga yang bermukim di pinggir sungai jadi sulit dan terganggu lantaran genangan air dan lumpur. Sebenarnya, kami sangat berharap proyek turab itu dapat mengatasi masalah banjir di wilayah kami ini”.
Keluhan Sugiarto tersebut bukan kali ini saja. Tak sedikit sebenarnya warga setempat juga menyampaikan masalah yang sama ke pemerintah dan wakil rakyat di daerah ini. Bahkan pemberitaan mengenai proyek yang dibangun lewat APBD tahun 2005 ini seringkali dilansir dan disampaiakan Anggota Dewan. Tapi, hingga kini keberadaan proyek itu masih tetap tak ada perubahan: mangkarak.
Jika kita menyempatkan diri ke Kecamatan Kota Bangun di sepanjang 8 RT Desa Kota Bangun Ulu dan Dusun Al Huda Kota Bangun Ilir akan tampak keberadaan turab yang tidak lurus. Bangunannya kini terlihat berkelok-kelok: hancur. Dan juga ada sebagian turab yang sudah miring ke dasaran sungai Mahakam. Warga bahkan menilai turab-turab itu dibangun tidak dibarengi dengan pengurukan. Bahkan seolah-olah kini ditinggalkan begitu saja oleh pihak kontraktor tanpa ada kejelasan.
”Jika ini tidak segera dilakukan pengurukan dan perbaikan, tiang listrik yang bertegangan tinggi yang ada dipinggiran sungai itu menjadi miring di tengah jalan. Dan ini bisa saja menimpa masyarakat yang beraktivitas sehari-hari,” ungkap Sugiarto, yang juga staf Kantor Camat Kota bangun, itu.
Selaku pribadi, lanjut Sugiarto, yang kebetulan sebagai warga asli Kota Bangun berharap, proyek penuraban tersebut dapat segera diselesaikan oleh pemerintah daerah. ”Kami juga berharap kepada Anggota Dewan yang baru terpilih ini dapat lebih cepat kerjanya menyelesaikan masalah ini. Begitu pula dengan keberadaan jalan-jalan yang rusak di kecamatan ini, kami minta perhatian serius pemerintah agar dilakukan pengurukan”.
Sementara itu, menanggapi keluhan warga Kecamatan Kota Bangun, Anggota Dewan Komisi II, Khairil Anwar Effendi, menegaskan, akan lebih serius membahas masalah ini ke pemerintah daerah dan instansi terkait. ”Kita akan terus menyorotinya. Jangan sampai proyek yang menelan anggaran APBD ini terbuang percuma dan tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Dan kalau ini berlarut-larut, bisa memakan biaya yang lebih besar lagi,” kata Khairil Anwar Effendi. (gu2n/dian)
|
| |
|
|
|
|

Komisi II Sidak Proyek jalan semenisasi jalur Desa Lebak Mantan Kecamatan Muara Wis Puandan-Kuyung . Proyek jalan sepanjang 17,4 km itu dikerjakan tahun 2007 hinga tahun 2010 dan sudah menyerap angagaran puluhan miliar rupiah, belum rampung |
|
|
|
|
Foto: dprdkutaikartanegara.go.id/dian |
|
| |
|