|
|
| |
Insentif Tambahan Bagi Guru di Desa Terpencil dprdkutaikartanegara.go.id - 08/02/2010 23:28 WITA
 Idrus Tanjung, Wakil Ketua Komisi IV Photo: hmsdprd | | |
WAKIL Ketua Komisi IV DPRD, Kukar Idrus Tanjung, menilai, komposisi anggaran belanja langsung dan belanja tidak langsung pada RAPBD 2010 masih belum tepat. Dan ini diungkapkannya sebagai kritik terhadap tanggapan Pj Bupati Kukar, Sulaiman Gafur, terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kukar beberapa waktu lalu khususnya mengenai anggaran bidang pendidikan.
Menurut Idrus, perbandingan antara anggaran belanja langsung dan tidak langsung pada sektor pendidikan seharusnya 70 persen berbanding 30 persen. Sebab, infrastruktur pendidikan di Kukar banyak yang harus diperbaiki mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.
“Alokasi dana bidang pendidikan pada RAPBD 2010 sebesar Rp850,68 miliar. Belanja langsung sebesar Rp441,49 miliar dan belanja tidak langsung Rp404,19 miliar. Selisishnya hanya Rp 40 miliar. Seharusnya anggaran belanja langsung porsinya 70 persen dari keseluruhan alokasi anggaran karena menyangkut pembangunan fisik sarana pendidikan. Karena itu kami minta dinas pendidikan agar membuat blue print tentang penggunaan anggaran pendidikan,” kata Idrus Tanjung kepada wartawan di ruang Komisi IV DPRD, belum lama ini.
Dikatakan lagi, pihaknya minta Disdik Kukar lebih prioritas pada proyek-proyek lanjutan seperti pembangunan kampus Unikarta, sekolah unggulan dan SMA Negeri I Tenggarong. Sedangkan mengenai belanja tidak langsung pada SKPD lain berupa beasiswa lanjut Idrus, supaya diberikan dengan selektif yaitu masyarakat tidak mampu dan berprestasi. ”Jangan sampai indikator pemberian beasiswa didasari rasa suka dan tidak suka atau kedekatan,” ujarnya.
Selain itu, Idrus juga menyoroti anggaran bidang kesehatan. Menurut politisi dari Partai Golkar ini, alokasi dana bidang kesehatan sebaiknya tidak gabung dengan anggaran untuk RSU AM parikesit dan RSU Samboja.
Ia juga sangat berharap, agar pada tahun anggaran 2010 ada pemberian tambahan insentif, khusus bagi guru dan tenaga medis yang bekerja di wilayah terpencil di Kukar. ”Pekerjaan mereka sangat berat untuk wilayah-wilayah terpencil. Pemerintah harus melihat dan menghargai pengabdian mereka dengan memperhatikan kesejahteraan para guru dan para medis,” pungkasnya. (aph/mk/yeni)
|
| |
|
|
|
|

Komisi II Sidak Proyek jalan semenisasi jalur Desa Lebak Mantan Kecamatan Muara Wis Puandan-Kuyung . Proyek jalan sepanjang 17,4 km itu dikerjakan tahun 2007 hinga tahun 2010 dan sudah menyerap angagaran puluhan miliar rupiah, belum rampung |
|
|
|
|
Foto: dprdkutaikartanegara.go.id/dian |
|
| |
|