Cari: 
Buku Tamu DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara
 Sekilas Sejarah
 Warta DPRD
 F r a k s i
 Profil Anggota
 Pimpinan DPRD
 Komisi-Komisi
 Badan Musyawarah
 Badan Anggaran
 Badan Kehormatan
 Badan Legislasi
 Jadwal Kegiatan
 Galeri Foto
 Pojok Catatan
 Peraturan Daerah
 Kumpulan Link
 Kontak Kami
 Isi Buku Tamu
 
 
 

Lihat Buku Tamu



ASS.WR,WB,MENYIKAPI BERITA YANG KURANG SIMPATIK DARI MEDIA ''TRIBUN KALTIM ,SELASA,2 SEPT 2008.TENTANG 185 ORANG ALUMNI FKIP UNIKARTA PRODI T/P[TEKNOLOGI PENDIDKAN]TIDAK DIAKUI KARENA BELUM''TERAKREDITASI''BERITA INI TERLALU DI ''BLOW UP''SEHINGGA MERESAHKAN MASYARAKAT AWAM.PERLU DIKETAHUI BAHWA SESUAI DENGAN [PP.MENDIKNAS RI.NO.28.THN.2005 BERBUNYI ;SEMUA PROGRAM DAN/ATAU SATUAN PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA SUDAH HARUS TERAKREDITASI SELAMBAT-LAMBATNNYA LIMA[5]TAHUN SETELAH DITETAPKANNYA PERATURAN MENTERI INI]jadi kalau ada lembaga/badan atau perushaan[satuan kerja]yg sudah memberlakukannya berarti ini kebijakan sefihak mereka karena batas achir ''toleransi harus akredirasi adalah tahun 2010.[sesuai dengan PP.no.28.thn.2005 diatas]UNTUK ITU KEPADA SELURUH MAHASISWA[ALUMNI]FKIP UNIKARTA JANGAN RESAH DENGAN BERITA YANG KURANG'' SIMPATIK''INI.DAN JUGA KAMI SEPENDAPAT DENGAN PEMKAB[BKD]KUKAR KARENA SAMPAI DETIK INI BELUM ADA EDARAN RESMI DARI PEMERINTAH UNTUK MENOLAK[ATAU TIDAK MENGAKUI]LULUSAN PERGURUAN TINGGI YG BELUM TERAKREDITASI .DEMIKIAN PENJELASAN KAMI SEMOGA FIHAK TERKAIT BERSIKAP BIJAK DALAM MENERAPKAN PP.NO.28.THN 2005 TERSEBUT AGAR TIDAMERUGIKAN MASYARAKAT[RAKYAT]WASS.WR.WB.
ali taufik.M.Pd. <alfi_forever@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 04 September 2008 20:28:47 WITA
Allow rekan-rekan Humas dan protokol Set DPRD Kukar....
to yg ngeurusi website DPRD Kukar,afih,guntur,Ib, bgmn khabar virusnya...apa udh ga ganggu website lg.. to Pa darkoni n Pa Joko di Garda,thanks a lot atas semua usaha dan kerja kerasnya,smp saat ini Garda msh tetap jalan,to Rossi n Raca Calabaut yg semakin hari semakin cantik n optimis aja,pertahankkan trus yaa..to yeni si jilbab putih n purwanti yg kritis,thanks alot jg atas berita n gambar2nya,to pa Murdiansyah foto terbarunya mana nih ?
to rekan2 perpustakaan yang baru buka,pa alfian Sos,thanks atas kerja keras yang maksimal dengan perpustakaan barunya,semua utk kemajuan Sekretariat DPRD KUKAR,..
to rekan-rekan protokol yg ga kenal lelah membantu sy dldm menjalankan tugas keprotokolan tanpa kenal waktu dan hari,to fitri yg smakin cantik dg jilbabnya,to rini si violet yg setia meluangkan waktunya tanpa kenal lelah,to feni yg cantiq nimoet,bu yani kalem n keibuan,mumuy yg tomboy si kulit putih yg selalu cuek dlm mslh apapun,good...sy bangga dg kepribadian anda,to sayid,doni,mas sabar yg selalu sabaaaar..to doni yg mucil,pak ali yg selalu membuat semua rekan humpro senam mulut,to asef yg baru married,to liann yg imoet,to bu dewi,shanty,febi yg setia setiap saat dlm tugas,to romans si mekanik computer,to mas nanang yg santun dan taat,to yudi yg gaul,ijong si jet lie,n msh byk lg rekan2 sy yg selalu kompak setia pd tugas humpro,thanks byk atas kerjasamanya dalam memeriahkan 17 Agustusan,kita semua kompak,tak pennting juara atau tidak namun kekompakan dan kerjasama kita sudah teruji dan terbukti... semua berkat bimbingan dan arahan dari Kabag kita Bapak Ridha Dharmawan yg menjadi panutan kita semua krn kesabaran,keuletan dalam membimbing kita semua,..
thanks a lot Pak Ridha,sy byk belajar dr bapak dalam birokrasi,sblm menjadi PNS sy hny bergelut dlm dunia politic education,tdk mengerti bgmn management dlm pemerintahan birokrasi..
sy byk belajar dr bapak,dr kesabaran bapak dlm mengarahkan,memberi informasi,membagi ilmu... thanks for all....

Cahaya <Nurhayati_1973@yahoo.co.id>
Kutai koe, Kaltim lah, Indonesia - 23 Agustus 2008 15:03:58 WITA
wakil rakyat??? smoga bener-bener mewakili hati rakyat....bukan penyusah rakyat..!!???
admin JAKET-KULIT.COM <produkjk@gmail.com>
Garut, Jabar, Indonesia - 14 Agustus 2008 08:45:17 WITA
yah...

saia gak yakin sebenernya tulisan ini akan dibaca. Tapi biarlah yg penting saia bisa mengutarakan isi perasaan buat bpk dan ibu yg skrg pusing mikirin kpk karena menerima uang bansos.

saya cuma sedikit memberi masukan kepada anda, saya baca dikoran bahwa anda tidak tahu menahu asal uang yang anda trima itu, anda pun tidak berusaha mencari tahu darimana asal uang 300 jt-an. yang anda tahu uang itu banyak dan mungkin sayang untuk dikembalikan kalu memeng itu uang yg tidak jelas.

Lalu ada setan yang membisikkan"uang ini boleh kamu pakai, ini bukan uang rakyat. gak usah kamu cari tau darimana asal uang ini nanti gak bisa menikmati uang ini, luamayan lho 300 jt..."

memang dasar setan, pinter dia membujuk manusia gak cuma penjahat orang baik juga masuk area kerjanya setan lho...

yah... semoga masukan saya bisa jadi wawasan untuk anda...

peace...

juan aka yhudha

juan <juan.rezact@gmail.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 05 Agustus 2008 11:36:00 WITA
Mudah-mudahan cagub,cabup,dan caleg yang akan datang bener-benar mementingkan masyarakat dan memperhatikan aspirasi masyarakat ! dan di jadikannya pemimpin terdahulu sebagai contoh lebih baik ke depannya.
Romansha <roman_kutai@yahoo.co.id>
Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia - 01 Agustus 2008 18:01:27 WITA
Wah hebat sih hebat programnya, tapi kami sebagai penduduk lokal sangat merasa sekali dengan dampak negatifnya, dari pencemaran limbah, tingkat kebisingan yang tinggi 24 jam nonstop, belum debu yang sangat berisiko sekali bagi kesehatan bagi penduduk desa gunung sari karena lokasi perusahaan yang hanya dipisahkan oleh sungai belayan dengan kampung, kami mengharap untuk para anggota dewan dikaji ulang Amdal PT IP tersebut, perusahaan sih semakin jadi konglomerat tapi kami tetap melarat.
Darminto <dar720@gmail.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 29 Juli 2008 00:11:52 WITA
sukses u KPK tangkap Pejabat di Kukar yg bnyak KKN
wiwit <asahskkl@yahoo.com>
kukar, kaltim, Indonesia - 28 Juli 2008 20:50:24 WITA
Sebagai warga Kukar,sya sangat prihatin dengan kondisi Mental para Wakil Rakyat yang terhormat...dari kasus korupsi hingga pelanggaran kode etik,terutama dalam hal pelanggaran kode etik ini Badan Kehormatan Dewan banyak sekali menutup nutupi kasus yang menimpa Wakil Rakyat yg terhormat..BK terkesan menutup mata ,telinga dan hati...terutama kasus asusila seperti anggota yang hamil diluar nikah...
salah siapakah ini...?atauo memang hal yang wajar jika Wakil Rakyat Kukar melakukan hal2 yang merusak citra Warganya...
Benar kata orang..Malu jadi warga Kukar, sekarang menjadi ejekan Saudara2 kita dari daerah lain..hilang dah kebanggaan kita jd warga Kukar...

yudie <yudie_fx@yahoo.co.id>
Yoyakarta-tenggarong, DIY, Indonesia - 24 Juli 2008 12:30:59 WITA
buat para anggota dewan kukar
anda adalah manusia yang terhormat
rakyat menghormati anda
tapi rakyat tidak butuh anda menghomatinya
rakyat hanya membutuhkan
....perubahan ....
kehidupan dikukar yang lebih baik

jadi tolong anda jgn mementingkan pribadi
anak istri apalagi famili
tapi hanya satu pinta kami
rakyat kukar tolong dikasihani...

riang <hapy_selalu@mail.com>
kukar, kaltim, Indonesia - 18 Juli 2008 20:41:25 WITA
Hindari korupsi yah pak... jadi wakil rakyat yang amanah biar masyarakat Indonesia sejahtera...
admin jaket-kulit.com <produkjk@gmail.com>
Garut, Jabar, Indonesia - 16 Juli 2008 09:17:00 WITA
ass.. Buat ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kami dari perwakilan Warga Sebulu ingin mengharapkan pigur seorang pemimpin seperti anda karena disini kami sedikit banyaknya sudah mendengar pisi dan misi ataupun program2 daripada partai PAN KUKAR untuk membawa KUKAR kedepan lebih maju dan sejahtera. Maka daripda itu kami dari perwakilan Warga Sebulu sangat mengharapkan dan meminta agar Calon Legislatif 2009-2014 Dari Partai PAN memberi kesempatan kepada penduduk Pribumi yang Lahirnya di Sebulu, diemnya di Sebulu Porenya di Sebulu Ncarimakan di Sebulu sampai matinyapun di kubur di Sebulu (Asli Urang Kecamatan Sebulu). karena harapan kami agar program, pisi dan misi daripada partai PAN KUKAR bisa merata sampai ke wadeh kami disini. Terimakasih. Wass.
Riyan <riyan_sbl@yahoo.com>
Sebulu/Tenggarong, KALTIM, Indonesia - 14 Juli 2008 15:28:25 WITA
Semoga kukar menjadi daerah yang damai dan aman dan mempunyai pemerintahan yang selalu bersih. AMIEN........
khalid <khalid_azis@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juli 2008 18:54:49 WITA
Batu Bara membawa nikmat atau membawa bencana???Kita semua sudah tahu kalau di Kukar ini sangat kaya dengan tambang batu bara, tapi sayang proses penambangannya terkesan sesuka nya saja, tidak pernah di awasi dengan benar,tidak pernah diadakan analisa mengenai dampak lingkungannya, lihat saja di sebulu... di sebulu ada anak sungai yang namanya Loa Sebulu dimana di tepi sungai tersebut ada banyak keluarga yang tinggal dan mengambil air di sungai tersebut untuk kebutuhan sehari- hari mereka. Tapi apa yang terjadi sekarang???semenjak ada penambangan batu bara di Hulu Loa sebulu air menjadi tercemar,Bahkan biasanya kalau setelah hujan lebat maka air Loa Sebulu menjadi seperti Air laut jernih memang, bahkan dasar sungai bisa dilihat dari permukaan saking jernihnya, tapi pada waktu terjadi seperti ini biasanya banyak ikan yang mati dan airnya biasanya terasa lengket pada waktu kita mandi, saya yakin ini akan membawa dampak negatif pada pada masy. yang tinggal di sekelilingnya, untuk itu kepada bapak-bapak yang berwenang ttg. ini tolong perhatikan AMDAL nya ketika memberikan ijin kepada penambang-penambang batu bara.....atau memang penambanganya itu ilegal pak yaaaa??????
NUR <haikalzidan@yahoo.com>
Sebulu / Tenggarong, kaltim, Indonesia - 05 Juli 2008 11:00:30 WITA
semoga perekonomian Kutai Kartanegara terus berkembang terutama UKM nya, seperti halnya kab Garut Jabar yg UKM nya terus maju dengan salah satu produk unggulannya jaket kulit dari bahan kulit domba silahkan kunjungi www.jaket-kulit.com
admin www.jaket-kulit.com <produkjk@gmail.com>
Garut, Jabar, Indonesia - 02 Juli 2008 20:35:02 WITA
ass.buat urang Beloro yg mengendaki agar yg menjadi pimpinan di Kutai adalah orang asli kutai,sy sependapat aja namun sy ingin tanya : yang disebut suku kutai itu siapa ??karena kl kita lihat fakta sejarah yang menjadi cikal bakal yg mendiami tanah Kutai asal muasalnya ,adalah dari puak Melayu dan terpecah lagi didalamnnya ada suku Jawa,banjar bugis inilah yg mendiami daerah kerajaan Kutai nah Raja-raja kutai sendiri adalah hasil dari percampuran ,suku Bugis,Banjar jawa dan Arab...jadi tidak ada dalam sejarah ditemukan suku Kutai yg ada hanya daerah Kerajaan Kutai dan Kutai itu bukan nama suku tapi nama daerah yang di sebut kerajaan kutai.Ada nama kerajaan yg disesuaikan dengan nama daerah suku yg mendiami,namun ada juga nama kerajaan yg bukan diambil dari suku yg mendiami wilayah tsb,untuk itu kepada saudara urang Beloro jangan asal bunyi(asbun )kalau tidak percaya coba anda-anda bertanya kepada turunan Raja-raja Kutai untuk itu gak perlulah ungkit2 sifat kesukuan ,pak Awang Farouk Ishak sendiri,kl diruntut turunan beliau masih ada darah2 timur tengahnya.wass
rsahadiansyah <ewako@yahoo.com>
tenggarong, kalrim, Indonesia - 01 Juli 2008 08:49:04 WITA
Beneh Uje Kulanya Rasa,mana wadah kula di sebulu,tadi aku nelek ge komentar kula di bung-aswin.com nya.
Sebehnya amun kula urang sebulu apalagi urang Kutai,etam besatu haje,medei hak urang luar ye ngatur wadah etam.ntik lagi ncocok pendatang,bile sama nyawa pitisnya habis wadah nyawa maha ge.tp tulisan bewah kulanya ade benehnya ge,urang kesah samsuri urang sekek,mana diatur bininya,tapi uje urang hak leh,nde nyawa tahu ge hak kr nyawa bediaman di beloro maha,palig jeuh hak balikpapan,amun politik nde nyawa tahu,sah apa nde mutasi ngiya.ye pasti aku hendek urang etam mimpin wadah etam lain pendetang,aku nde mau diatur jawa(ketua DPRD),nde mau dipimpin Samsuri,Aswin(benjer),meskipun Awang Faruk sebut urang korupsi aku milih iye kula,meskipun Edy Mulawarman di sebut korupsi,aku tetap ade perhatian dg iye.Amung dingsanak Rasa ni ada kelebehan ilmu bebagi hak etam,tapi tujuannya asal urang kutai,darah gin aku berikan,salam kenal dg dingsanak Rasa

Urang_Beloro <batu_koral@yahoo.co.id>
Beloro, Kalimantan Timur, Indonesia - 27 Juni 2008 01:47:52 WITA
To : emang_tau
kasar kali sungut kita, nyabut urang, tahu apa kita? ngemis n'ti disini. kula tu tega urang mabo' gunakan bahasa yang baik, mia urang, tega nde sekolah maha, nyebuti urang, kulanya tega mana(nde beres) carang sana sini tega urang tukang obat maha.
eh...bapak-bapak di dpr mau lapornih lstrik dalam bulan ini sangat sering padam, kami dihuluni agak terganggu, kareng frekwensi pemadaman menjadi 2 kali lipat, bagaimana nih bapak-bapak?
(usahaya)
tindak lanjuti dong, sebagai wakil rakyak
trims... askum

RASA <batu_kerikil@yahoo.co.id>
sebulu, kaltim, Indonesia - 27 Juni 2008 00:25:45 WITA
Samsuri....Aswin....dkk...
Sihanya kita tegak kelayagan pegat tali telajuk......di tarek teputar,di biarkan teputar...di ulur teputar.....artiya teputar-putar terus....he ....ketakutan dikit ada putusan sela dari PTUN,sebut rekayasa.Amun aku jadi kita sudah aku pecat atau mutasi pulang pengacara Pemkab tu,masak kalah dengan PTUN beurusan,pitis banyak,laskar banyak,titel akademik S1,S2,S3 pintar maha kesahnya.....Wajar aja hak amun tegak tu kita ndi ada pengikut selain penjilat kemahuta sekek pang

yayang <emang_tau@yahoo.com>
Teggarong City, Kalimantan Timur, Indonesia - 26 Juni 2008 22:16:48 WITA
tolong bapk dewan yth... bertanggung jawablah anda mengenai masalah uang bansos yang telah anda gunakan...
anda takut dipenjara di dunia ini...
tapi anda tidak takut di penjara di akhirat....
siapa yang menanam dia yang akan menuai hasilnya....
ingatlah ..anda sbg wakil rakyat

jojo <jojo@gmail.co.id>
sebulu, kaltim, Indonesia - 26 Juni 2008 16:02:08 WITA
Tlong dinas PU kerjanya di perbaiki
Adul <loa_kecit@yahoo.co.id>
Tenggarong, Kaltim, Indonesia - 25 Juni 2008 13:13:45 WITA


Para pejabat non job, jangan diam saat dizalimi pejabat pendosa yang sudah dan akan masuk penjara. Tuntut hak Anda. Perkarakan secara hukum. Mereka yang berteriak mutasi yang dilakukan Samsuri Aspar tidak sah itulah pelaku utamanya.

Mengherankan, ngakunya beragama, tapi kok bersikukuh mempertahankan jabatan ? KPK tolong periksa kembali kasus korupsi di Kukar dengan lebih teliti. Semoga Jaya Suprana dengan MURI sudi mencatatnya seperti yang dilakukannya saat Syaukani baru dijebloskan dalam penjara

Busu <busu@dprdkutaikartanegara.go.id>
Tenggarong, Kaltim, Indonesia - 24 Juni 2008 00:48:44 WITA
As para ang dewan yg terh, tlg di cek kedinaspend apa kend smp insent guru selalu terlamb di byr.
Ali <Ali_ewako@yahoo.co.id>
Tenggarong selerog, Kaltim, Indonesia - 22 Juni 2008 00:05:33 WITA
Makanya kalaw jd pejabat jgn korupsi baru dimutasi udah nga terima eh pakai bayar orang lg untuk demo ntar ditangkap KPK baru kena batunya.
Adul <robi_plur@yahoo.co.id>
Tgr, Kaltim, Indonesia - 18 Juni 2008 16:54:45 WITA


Dari zaman dahulu mutasi yang terjadi tidak pernah beretika dan tidak berlandaskan hukum. Pangkat dan golongan ruang belum cukup, tapi karena keluarga atau pernah berjasa secara politik, atau kerena menjilat, maka dia pun jadi pejabat.

Apakah pejabat non job yang jumlahnya bejibun itu ada dari sebuah pelaksanaan hukum yang benar ? Bagi pejabat non job, coba ngumpul, rame2 menuntut pejabat yang memutasikan Anda.!!!


Salam

busu <busu@dprdkutaikartanegara.go.id>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 18 Juni 2008 10:00:36 WITA
Manusia jika tidak salah di muda,maka diusia tua,lebih baik mantan preman daripada ustadz.

Mau makan ada aturannya....cuci beras lalu di masak,sayura pun di masak baru di hidangkan,setelah panasnya mulai kurang baru di makan pelan-pelan, dan harus ada air putih untuk diminum agar rasa masaka tidak hilang begitu saja dari lidah sebagai alat perasa.

Paragrafh pertama menunjukan keadaan manusia.....
Paragrafh ke dua menunjukan etika/norma-norma....

sehingga menjadi sebuah pertanyaan......buat pejabat yang di mutasi???????? dan yang memutasi?????? apakah umur anda tidak membuat dewasa dan bijak menetapkan definisi UU, karena jika mengerti UU tidak mungkin isi dari SK itu .....Berdasarkan konsultasi LISAN DAN TERTULIS kepada TK I.....dst Atau ini semua dipaksakan dan melakukan kudeta kepemimpinan......

Orang makan nasi saja ada Etika,apakah dengan mutasi atau kah dengan pembenaran-pembenaran secara pribadi dengan memaikan UU bisa membuat kita di akui oleh orang banyak dan mendapatkan dukungan......yang perlu kita catat dan jujur di akui Bupati Kutai Non Aktif telah melakukan apapun demi rakyat,kelompok, dan sebagainya, sampai masuk penjara, tetapi dari catatan keloyalitas terhadap kelompok dan orang dekat sungguh sangat luar biasa,,,,,,sehingga PPL dari pertanian melejit jadi ASS,Panitera jadi Kabag,.......tetapi ini lah politik Baik belum tentu benar,salah belum tentu jelek.................Tetapi etika yang dimiliki seseorang lebih mulia dari sebuah kepitaran.....kr sepertinya Kaning cuma tidak mengandung/melahirkan saja tokoh tersebut, tetapi membuat tokoh dikutai besar dan hebat, tapi sayang tidak punya etika.....jika ada orang yang mancat durian jangan di tunggui dibawah pohonnya,apalagi mau mencuri buahnya, satu dua buah mungkin bisa di ambil, tapi jika ebih bisa saja durian itu menjatuhi anda

oer <0_er@hotmail.com>
Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia - 18 Juni 2008 05:02:00 WITA
anggota dpr kukar hrs jeli dlm SEGALA HAL

pangeran <sari_pati@yahoo.co.id>
tenggarong, KALTIM, Indonesia - 15 Juni 2008 22:12:30 WITA
Kepada instansi terkait kapan insetif guru dikeluarkan payah kami yg ada dihulu ni...!
Obi <robi_plur@yahoo.co.id>
Tenggarong, Kaltim, Indonesia - 15 Juni 2008 20:41:53 WITA
Tolong pak mus kita jlanan ke mts baiturrahman selerong

ewako <ali_ewako@yahoo.co.id>
Tenggarong, kaltim, Indonesia - 15 Juni 2008 18:02:39 WITA
gr2 jl poros petani tdk bs berkbn lg

ROODY <tua_gadu@yahoo.co.id>
tenggarong, Kalmantan timur, Indonesia - 12 Juni 2008 21:50:51 WITA
Tolong dong Anggota Dewan...
Turun ke Kecamatan atau desa-desa di Kukar ternyata masih banyak yang tertinggal, pembnagunan jangan hanya terfokus di daerah perkotaan saja. banyak daerah yang belum terjamah dengan modernisasi. karena terisolir dan keterbatasab infrastruktur.

mala <mala_kukar@yahoo.co.id>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juni 2008 12:31:46 WITA
kepada BAPAK & IBU Anggota Dewan yang Terhormat.
banyaknya pembangunan yang dilakukan di Kukar, ternyata tidak banyak membawa perubahan bagi daerah ini.kesejahteraan dan kepentingan masyarakat yang selalu ingin diutamakan, ternyata hanya slogan semata, untuk mendapatkan kepentingan pribadi dan golongannya saja. siapa yang dekat dengan kekuasaan dan jabatan, itulah yang akan mendapatkan fasilitas terbaik. semoga hal ini dapat menjadi renungan dan instropeksi bagi kita semua. wasalam

keke <keke_putri@yahoo.co.id>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 12 Juni 2008 12:17:53 WITA
Ass wr wb.... kepada anggotar dewan yang terhowat,saya guru honor lokal di kec.sebulu sudah mengabdi 4 thn saya sudah beberapa kali mengusul kan utuk menjadi t3d tapi sampai saat ini belum juga diangkat menjadi t3d,sedangkan anak SMA yang baru lulus enak2 langsung masuk jadi t3d,jadi bagai mana nasib kami para guru honor lokal ada 2 ratusan orang yang di kec.sebulu itu jumlah baru di kec.sebulu,kami mohon kepada instansi yang berwenang utuk segera mengangkat guru2 hono lokal yang ada di kukar.terimakasih....
Robi <robi_plur@yahoo.co.id>
Selerong,kec.sebulu,kab.kukar, Kaltim, Indonesia - 11 Juni 2008 11:45:40 WITA
Pak kpan realisasi masalah guru honor murni di kukar kumi sudah terlalu lama menunggu,kami sangat mengharapkan bantuan bapak2.
Robiansyah <robi_plur@yahoo.co.id>
Tenggarong, Kalimantan timur, Indonesia - 05 Juni 2008 09:23:52 WITA
para dewan yang terhormat,
saya seorang mahasiswa yang sudah mau menunggu kelulusan dan diwisuda,saya mohon saya di bantu di berikan info tentang pengangkatan CPNS, dilingkungan dinas pendidikan kutaikartanegara
Saya mohon amat sangat, pak?

RINNO ANDRI AGUS S <kraksana@yahoo.com>
BLORA, JATENG, Indonesia - 27 Mei 2008 16:23:21 WITA
To.Instansi terkait
tolong donk harga bbm jangan NAIK lagi...gajian aja ga tiap bulan kami terima,harap diperhatikan kami masyarakat ekonomi lemah..kalo mau BBM NAIK,Gaji juga donk harus NAIK..bravo kukar

rika <kabolo_maniez@yahoo.com>
tgr, kaltim, Indonesia - 22 Mei 2008 11:47:10 WITA
5 bulan ndik gajian ohh...oh...sungguh-sungguh ironis bagi daerah sekaya Kutai Kartanegara yang APBD nya terbesar di Indonesia,..apa perlu Pegawai honorer harus demo dulu dan
mengadakan gejolak anarkis apa itu ????? yang di ingin kan oleh Pemerintahan KUKAR,..ini masalah piring nasi dan masalah jihad untuk keluarga(kehidupan anak,isteri) semestinya ini menjadi hal yang harus di sikapi,.. Jangan carang maha leehhh...!!!! terutama Aswin mekanisme seperti apa..??? Leh,... dari tahun ke tahun kan sudah jelas KUKAR sudah merekrut Honerer,..apa sida ni buta tuli..???yang dari 3Rb Orang kemudian 5Rb Orang dan meningkat hingga sekarang mencapai 15Rb Orang,..apa memang sebelumnya KUKAR tidak pernah memilki Honorer??? Jika kalau kendala nya Pen-Tandatangan Surat Pencairan yang semestinya Sida mikir,..masih ada tangan
dua ndik,sida Aswin ni??? lehh...leh gitu aza kok repot,amun tangan tangan kanan sakit pake tangan kiri amun putung dua-dua pakai tangan kanan sida yang dipakai tangan kiri, ...He...He. Amun sida Aswin ini berat tangan ulun juga bisa Neken nya,.. atau ada maksud-maksud tertentu,.. duit itu nunggu masa jatuh Deposito nya,..supaya berbunga,di taman pejabat ato di tangan pejabat tu tadi..??? Apa yang berat tangan sida atau kepentingan Pribadi ataupun golongan sida-sida maha leehhh???

Carang Maha <CarangMaha_Leh@yahoo.co.id>
Tenggarong Tercinta, Kalimantan Timur, Indonesia - 07 Mei 2008 10:03:59 WITA
( mohon maaf sebelum dan sesudahnya........)

BAPAK DAN IBU ANGGOTA DEWN YTH. KARENA ANDA

SUDAH TDK JUJUR KPD RAKYAT KUKAR MASALAH UANG

BANSOS KEMARIN..... , UNTUK ITU KAMI MOHON DAN

KAMI SARANKAN

AGAR SAUDARA TIDAK PERLU LAGI MENCALONKAN DIRI

KMBALI MJADI ANGGOTA DEWAN PERIODE SLANJUTNYA.

TRIMAKASIH

arya <arya22@yahoo.co.id>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 06 Mei 2008 16:26:43 WITA
SELAMAT ATAS TERBENTUKNYA FORUM KEBANGKITAN MASYARAKAT KUTAI, SEMOGA KUTAI BISA BANGKIT DAN LEBIH MAJU LAGI...
UNTUK PERTAMA DIDUNIA, INDONESIA, KUTAI KARTANEGARA KHUSUSNYA AKHIRNYA DAPAT MENEMUKAN OBAT HIV (AIDS)YANG TELAH TERUJI LANGSUNG DARI MENTERI KESEHATAN RI DAN ITU MERUPAKAN KEBANGGAAN SERTA ASET BAGI KITA SEMUA KUTAI KHUSUSNYA.
THANKs TO PT. MEDDIA HERBAL
BUAT PENDIRI FORUM KEBANGKITAN MASYARAKAT KUTAI MAJU TERUS PANTANG MUNDUR,.
SUKSES SELALU

PURWANTO, CS <alix_gkb@yahoo.co.id>
Tenggarong, KALTIM, Indonesia - 06 Mei 2008 14:36:41 WITA
LIHAT DAN BERFIKIRLAH
Oleh:gery sutanto*

Anda tahu densus 88 anti teror yang biasa menangani para teroris yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan dalam negeri. Tetapi tahukah anda kalau tugas densus 88 anti teoer ini menggerebek dan menangkap sejumlah guru di SMAN 2 lubuk pakam deli serdang yang sedang mengganti jawaban ujian nasional bahasa inggris siswa-siswi di sekolah.(kompas 26/04/2008 dalam sutanto).
Saya yakin anda juga akan setuju dengan penangkapan itu karena perbuatan para guru yang mencoba berbuat curang. Dalam tulisan ini saya akan mengajak anda untuk menelaah lebih dalam persoalan diatas. Kita akan melihat pihak-pihak manakah yang terlibat dalam inseden di atas, apakah kita hanya akan menjustifikasi bahwa guru memang salah dan pantas mendapat perlakuan layaknya seorang teroris atau ada pihak lain yang bersembunyi dibalik penangkapan diatas yang sebenarnya harus kita curigai juga. Inilah jawabannya jadi perhatikan baik-baik!
Menurut doni kusuma dalam opininya di kompas (2008), guru tidak bisa dipersalahkan secara sepihak dalam persoalan diatas, tetapi sistem ujian nasional (UN)lah yang telah memberangus otonomi guru sehingga memaksa para guru memikul beban berat diluar tanggung jawabnya berhadapan dengan kepentingan orang tua dan siswa. Masih menurut doni kebijakan UN memaksa mereka menjadi pelaku kecurangan dan kriminal, bahkan teroris. Fakta inilah yang ingin ditutupi dengan mengkambinghitamkan para guru yang tertangkap basah ketahuan melakukan cara yang tidak sehat.
Tanggung jawab pemerintah
Tragis memang nasib para guru di negeri yang ingin mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan. Kalau seperti ini, dimana tanggung jawab pemerintah atas ketidakbecusan melokalisasi tanggung jawab, yaitu pada korps guru. Dengan menjadikan guru sebagai penanggung jawab utama kebobrokan pendidikan kita, itulah peasan penangkapan guru oleh densus 88 antiteror yang sampai membuat para guru menangis dan ketakutan (sumber kompas 26/04/2008).
Menurut sutanto seorang psikiater, ketakutan para guru adalah ketakutan istimewa karena terjadi saat guru tertangkap tangan berbuat keliru demi membela siswa-siswi mereka yang setelah tiga tahun belum mahir berbahasa inggris, juga demi membela nama baik sekolah, serta demi membela orangtua siswa-siswi yang telah bersusah membiayai pendidikan anak-anaknya.
Kini Indonesia sedang memasuki masa teknokrasi absolut dalam pendidikan, dimana proses belajar mengajar hanya di nilai melalui angka-angka hasil ujian yang sama sekali abai terhadap kenyataan, kesulitan dan kompleksitas persoalan pendidikan di lapangan. Menurut salah satu siswi UN adalah bentuk ketidakadilan dalam proses pendidikan, dimana selam belajar tiga (3) tahun hanya ditentukan dalam hitungan jam. Jelas sudah, data nilai UN sama sekali tidak bisa menjelaskan fakta di lapangan, nilai tidak bisa berbicara sama sekali tentang hancurnya saran dan prasarana pendidikan yang ada, nilai juga sama sekali tidak bisa menjelaskan bagaimana kualitas para guru di lapangan.
Pemerintah dalam hal ini melalui DEPDIKNAS adalah lembaga yang paling bertanggung jawab dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai serta menyediakan guru-guru berkualitas bagi dunia pendidikan. Sekali lagi saya ulangi, inilah bentuk ketidakbecusan pemerintah dengan melokalisasi tanggung jawab dan menilai keberhasilan pendidikan semata-mata melaui angka-angka keberhasilan UN dan ujung-ujungnya gurulah yang dikambinghitamkan.
Melakukan kecurangan dalam UN tentu menciderai kesucian lembar jawaban UN sebagaiman dikatakan menteri pendidikan nasional. Sungguh pernyataan yang konyol bagi seorang menteri yang tetap melanggengkan kibijkan UN seperti sekarang yang menciderai kesucian martabat guru. Beberapa guru di papua mulai memikirkan masa depannya sebagai guru yang menurut mereka profesi guru sudah tidak ada harganya lagi ketimbang tukang ojek atau tukang becak. Jika jadi guru berakhir di penjara lebih baik memilih jadi tukang ojek yang penting halal dan aman. (sumber kompas 30/04/08)
Sekarang dan di masa yang akan datang, kita akan kehilangan orang-orang istimewa yang masih ounya hati dan komitmen untuk mendidik anak-anak bangsa. Jika dulu mereka masih bertahan dalam kesulitan ekonomi, kini harus ditambah dengan guncangan kultural dan sosial terhadap citra guru sebagai teroris. Akankah mereka akan bertahan dalam tekanan ini? Maka, tidak akan ada lagi generasi muda kita yang tertarik menjadi guru, lalu bagaimana?
Dari beberapa keterangan dan informasi diatas terhadap persoalan pendidikan Indonesia melalui kebijakan UN yang menjadi tolok ukur kelulusan siswa-siswi akankah tetap dipertahankan? Akankah UN di pertahankan setiap tahunnya dengan menghancurkan citra guru sebagai pencetak generasi unggul yang berubah menjadi teroris? SETUJUKAH ANDA JIKA UN DIHAPUSKAH DARI DUNIA PENDIDIKAN KITA?


*:adalah mahaiswa semester akhir Sekolah Tinggi Ekonomi Islam

gery <doktorgery@yahoo.co.id>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 02 Mei 2008 10:10:18 WITA
Saya prihatin dengan nasib para pejabat publik, harusnya rame-rame mengabdi pada masyarakat, tapi malah rame-rame mbalikkan pitis negara ke KPK. Sudah cukup rasanya penderitaan yang ditimpakan ke masyarakat dengan "pemerataan kemiskinan" jangan lagi kita tambahi dengan tumpukkan "aib" maling uang negara/rakyat...payah!!! Jangan lagi kita ndak bepikir jadi anggota DPR periode depan, pupusi tugas kita, tanggungjawab dengan masalah kita, jangan lari dari tanggungjawab. Bung Aswin... hebat leh dpt mengelola 3 web site... sabar yoh jgn nakal2, sudah tuha... rambut mulai putih...begurau yoh jgn marah
hadi <hadi_mulawarman@yahoo.co.id>
Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia - 27 April 2008 01:50:30 WITA
PABRIK GULA BERBASIS AREN, MENGAPA TIDAK ?

Selama ini Pabrik Gula (PG) masih mengandalkan tebu sebagai bahan bakunya. Sejak awal berdirinya, pemerintah kolonial Belanda pada saat itu menggalakkan tebu, bahkan dengan sistem tanam paksa. Apalagi sejak ditemukannya tebu ajaib, yaitu varietas POJ 2878 yang tahan terhadap penyakit sereh pada tahun 1921 mampu mencapai produktivitas Gula Hablur (GH) 10,5 ton/ha. Kemudian meningkat lagi menjadi 15,1 ton GH per ha.

Pemerintah Kolonial Belanda semakin bersemangat lagi karena dengan gula dari daerah jajahannya inilah modal untuk membangun Negeri Kincir Angin itu. Sehingga ditemukan lagi POJ 3016 pada tahun 1940 yang mencapai produktivitas GH tertinggi, yaitu 17,63 ton/ha. Pada saat itu Indonesia yang terjajah mencapai produksi gula hablur 1,6 juta ton, dan mengekspornya sebanyak 1,1 juta ton.

Dua belas tahun setelah kemerdekaan RI, yaitu tahun 1957, Pemerintah RI mengambil alih seluruh PG yang dulunya dikuasai Belanda. Perubahan situasi, dimana tidak berlaku lagi tanam paksa menyebabkan menurunnya areal tanam tebu yaitu tingal 70-80 ribu hektar dengan produksi hanya 0,7 juta ton.

Semenjak masa Orde Baru dengan Pelita I, Pemerintah berusaha kembali menghidupkan industri gula. Maka ditemukan kemudian Varietas PS 41 pada tahun 1965 yang dapat mendongkrak produksi mencapai 1,024 juta ton, dan menaikkan produktivitas gula hablur menjadi 10,0 ton/ha. Program TRI (tebu rakyat intensifikasi) menjadi andalan baru dalam upaya menggairahkan industri gula, hingga tahun 1970 arealnya mencapai 26.714 ha.

Program TRI bisa jadi merupakan program yang memihak kepada petani, namun di pihak lain kurang menguntungkan bagi perusahaan gula yang dikelola kebanyakan oleh PTP-PTP serta perusahaan gula swasta. Terbukti pada tahun 1975 produktivitas gula hablur menurun menjadi 9,76 ton/ha, dan turun lagi menjadi hanya 6,55 ton/ha pada tahun 1980.

Meskipun sudah didirikan Dewan Gula Indonesia pada tahun 1972, keadaan pergulaan Indonesia masih belum pulih seperti pada masa kolonial Belanda dulu. Oleh karena itu PG-PG baru dibangun di luar jawa hingga tahun 1981 sampai dengan tahun 1986. Keadaan demikian membuat pemerintah mengeluarkan Keppres Nomor 28 tahun 1982 untuk menggairahkan indusri gula nasional, yaitu dengan menggalakkan Program TRI, Rehabilitasi PG, membangun PG di luar jawa dan perbaikan kebijakan harga gula.

Semenjak ditemukannya varietas unggul baru pada tahun 1982, yaitu F 154, PS 6, M 442-51 produksi gula nasional berangsur naik kembali. Hingga pada tahun 1987 produksi gula hablur mencapai 2,11 juta ton, dengan areal lahan tebu seluas 333.975 hektar. Keadaan ini hampir menyamai produksi nasional pada tahun 1932, namun dengan areal tanam hampir dua kali lipat, separuh diantaranya adalah di lahan kering. Karena penanaman tebu banyak di lahan kering mengakibatkan produktivitas rata-rata gula hablurnya semakin menurun yaitu hanya 6,34 ton/ha, pada angka rendemen rata-rata hanya 8,21 %.

Disisi lain ketersediaan lahan semakin bersaing dengan komoditi tanaman pangan seperti Padi, Jagung, Kedelai yang harganya semakin baik. Kebijakan ketahanan pangan membuat arah kebijakan penggunaan lahan untuk areal tebu menjadi terancam. Maka kemudian pengembangan tebu mengarah ke lahan-lahan kering.

Namun hal ini belum menyelesaikan masalah, sebab produktifitas lahan yang kurang menyebabkan keuntungan PG juga belum menggairahkan. Investasi yang sangat besar untuk membangun PG-PG baru, akan begitu lama dapat mengembalikan modalnya. Pembangunan Pabrik Gula berbasis tebu diperlukan investasi yang sangat mahal, bisa mencapai Rp 1,2 Trilyun untuk kapasitas 5000 TCD.

Data produksi tebu pada tahun 2002 menunjukkan bahwa Jawa Timur mendominasi hampir 50 % produksi tebu nasional, 33 % di luar jawa sedang sisanya di Jawa Tengah, DI Jogjakarta dan Jawa Barat. Karena memang PG-PG dan areal lahan tebu banyak terdapat di Jawa Timur. Lahan-lahan tebu di Jawa kebanyakan bersaing dengan komoditi tanaman pangan, karena sebagian besar ditanam diareal sawah yang beririgasi. Beda dengan lahan tebu yang di luar jawa yang kebanyakan di lahan kering.

Keadaan pergulaan yang berbasis tebu ini kelihatannya sudah tidak bisa diandalkan lagi. Upaya demi upaya telah dibuat, namun kenyataannya kesuburan lahan semakin menurun, sehingga menyebabkan produktivitas lahan juga semakin menurun. Ditambah lagi semakin tuanya peralatan PG, sehingga membuat industri semakin tidak efisien.

Pabrik gula berbasis Aren, kenapa tidak ?
Kenapa harus Aren ?

Aren (Arenga pinnata, Merr.) adalah tanaman asli Indonesia, hampir di seluruh kepulauan Indonesia terdapat tanaman aren. Artinya aren memang kodratnya berada di Indonesia dan dapat mengatasi masalah-masalah yang diwariskan oleh Kolonial Belanda.

Padahal prospek emas si pohon aren ini sudah sejak jaman Kerajaan Mojopahit sudah dikenal. Gula aren menjadi komoditi penting perdagangan jaman kerajaan dulu. Hingga sampai jamannya para Wali Songo sudah diisyaratkan oleh Kanjeng Sunan Bonang ketika beliau dirampok oleh Berandal Lokajaya. Konon ketika dimintai harta Kanjeng Sunan Bonang kemudian menunjuk pohon Aren yang ada di dekat Berandal Loka Jaya, dimana pohon Aren itu laksana emas yang berkilau-kilau. Buahnya berupa emas, pohonnya juga jadi emas, seluruh pohon aren tersebut berubah menjadi emas.
(Lihat selengkapnya di http://kebunAren.blogspot.com atau di http://www.diankusumanto.com ).

Aren biasanya disadap niranya. Nira aren yang manis menjadi minuman yang menyegarkan. Bisa juga diolah menjadi gula. Secara tradisional nira aren diolah menjadi gula aren, gula merah atau gula semut. Sekarang dengan kemajan teknologi nira aren bisa diolah menjadi gula hablur atau gua putih, seperti gula pasir dari tebu.

Lalu dimana keunggulan aren?

Selama ini memang aren belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan keunggulannya belum banyak yang mengetahuinya. Namun banyak petani yang sudah memanfaatkan aren yang tumbuh liar di kebun-kebun atau di sekitar hutan untuk diambl nira, ijuk, lidi, kolang-kaling dan sebagainya. Mereka belum mengeunkan secara intensif, sehingga manfaatnya pun belum maksimal diperoleh.

Aren bisa disadap niranya setiap hari dua kali. Sehari bisa terkumpul 5, 10 sampai 40 liter nira setiap pohon. Namun ada kalanya pohon aren berhenti mengeluarkan nira, karena tandan bunga yang mengeluarkan nira sudah habis teriris sadapan dan tandan yang baru belum siap disadap, maka ada masa menunggu.

Kalau dikebunkan secara intensif seperti Kelapa Sawit tentu akan memberikan hasil yang lebih tinggi lagi. Dari populasi 250 pohon per hektar, setidaknya setelah masa produktif, bisa disadap sekitar 100 pohon setiap hari. Kalau rata-rata per pohon 10 liter saja, berarti akan diperoleh nira sekitar 1.000 liter/ha/hari. Kalau dihitung setahun produksi nira menjadi 360.000 liter/ha.

Nira aren inilah yang akan diolah menjadi gula. Jika diolah menjadi gula hablur atau gula putih rendemnnya sekitar 12 %, artinya dari sehektar lahan aren akan menghasilkan 12% x 360.000 liter = 42.200 kg gula hablur per tahun. Coba bandingkan dengan tebu yang sehektarnya hanya menghasilkan gula hablur dibawah 10 ton/ha/musim. Apalagi umur tebu yang mencapai 16 bulan, maka kalau ditung dalam setahun produksinya menjadi tinggal tiga perempatnya.

Sebenarnya angka 42,2 ton/ha/tahun itu angka yang relatif rendah, karena mengambil rata-rata dari tanaman yang memang tumbuh secara alami, belum dikelola secara intensif. Oleh karena itu angka tersebut sangat aman. Inilah keunggulannya. Sehingga untuk mencapai 4,22 juta ton gula, kita hanya cukup membuka 100.000 hektar saja. Bandingkan dengan lahan tebu yang diperlukan sekitar enam kali lipatnya.

Apa ada lagi keunggulannya bila aren menjadi basis komoditi PG?

Ya, aren tidak memerlukan lahan yang datar, apalagi lahan persawahan irigasi. Tidak! Aren cukup ditanam di lahan-lahan yang miring, lahan kering, lahan di dekat alur sungai, di tebing-tebing. Artinya jika aren jadi basis komoditi PG tidak akan bersaing dengan areal tanaman pangan.

Selain itu investasi PG yang berbasis nira aren tidak semahal bila PG berbahan baku tebu. Artinya PG berbasis aren nantinya akan berupa PG-PG yang lebih mungil dan fleksibel dengan investasi yang sangat murah. Dengan demikian unit cost gula di tingkat pabrik menjadi sangat bersaing, PG menjadi sangat menguntungkan. Pekebun juga sangat diuntungkan karena produktifitas gula hablur per hektar pertahunnya sangat tinggi, jauh di atas pekebun tebu.

Petani sawah irigasi yang selama ini tertekan dengan kebijakan wajib tanam tebu, menjadi leluasa memilih tanaman yang paling menguntungkan bagi dirinya. Bisa kembali ke padi dengan 2 sampai 3 kali tanam dalam setahun. Kalau areal sawah yang digunaka tebu misalnya 200.000 hektar, berarti kalau hasil sawah 6 ton/ha dengan 3 kali tanam, akan ada tambahan produksi 3,6 juta ton GKP atau setara dengan beras sekitar 2 juta ton.

2 juta ton beras ?

Angka yang sangat fantastik pada saat kebutuhan akan pangan semakin krusial. Sebab urusan pangan menjadi sangat pelik, karena terkait dengan urusan ekonomi, moneter, sosial dan politik. Ya.. krisis yang terjadi pada tahun 1997 awalnya juga karena adanya krisis pangan, kemudian merembet-rembet ke moneter, ekonomi, politik akhirnya sampai keamanan yang menjadi tidak terjamin. Maka dengan bergesernya industri gula dari tebu ke aren, maka akan mengembalikan pamor Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Selain itu dengan dibukanya kebun Aren di daerah yang semula kosong akan menghidupkan perekonomian riil yang berdampak sangat luas di daerah tersebut. Belum lagi berdirinya PG-PG baru berbasis Aren, tentu akan menyerap tenaga kerja yang sangat banyak. Dalam sehektarnya kebun Aren diperlukan tenaga kerja sekitar 4-7 orang. Jadi seandainya akan dibuka 100.000 ha, maka tenaga yang akan terserap adalah antara 400.000 sampai 700.000 tenaga kerja. Belum lagi kebutuhan tenaga kerja pada PG-PG yang baru dibangun tersebut.

Dosa apa yang kita lakukan selama ini?
Sehingga kita baru menyadari ?

Memang seharusnya kita nggak terbelenggu oleh sisa-sisa Kolonial Belanda. Yang memperkosa petani dengan tanam paksa, yang memaksa sawah untuk padi dan tanaman lainnya ditanami tanaman imigran, yaitu tebu yang memang tidak ditakdirkan untuk memakmurkan rakyat, kaum petani Indonesia. Buktinya, mestinya dengan tebu petani semakin sejahtera. Itu tidak terjadi, yang justru semakin banyak industri gula berbasis tebu ini menciptakan buruh-buruh tani, buruh-buruh pabrik, lahan-lahan semakin berkurang kesuburannya, dsb.

Kenapa kita tidak kembali mengingat isyarat Kanjeng Sunan Bonang yang telah menunjuk si pohon Aren yang berprospek emas. Kenapa ? Kenapa ?
Ya.. seperti sebuah syair laguKang Ebiet G Ade, mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang !!

Dian Kusumanto <diankusumanto@yahoo.co.id>
Nunukan, Kalimantan Timur, Indonesia - 26 April 2008 19:24:17 WITA
PABRIK GULA BERBASIS AREN, MENGAPA TIDAK ?

Selama ini Pabrik Gula (PG) masih mengandalkan tebu sebagai bahan bakunya. Sejak awal berdirinya, pemerintah kolonial Belanda pada saat itu menggalakkan tebu, bahan dengan sistem tanam paksa. Apalagi sejak ditemukannya tebu ajaib, yaitu varietas POJ 2878 yang tahan terhadap penyakit sereh pada tahun 1921 mampu mencapai produktivitas Gula Hablur (GH) 10,5 ton/ha. Kemudian meningkat lagi menjadi 15,1 ton GH per ha.

Pemerintah Kolonial Belanda semakin bersemangat lagi karena dengan gula dari daerah jajahannya inilah modal untuk membangun Negeri Kincir Angin itu. Sehingga ditemukan lagi POJ 3016 pada tahun 1940 yang mencapai produktivitas GH tertinggi, yaitu 17,63 ton/ha. Pada saat itu Indonesia yang terjajah mencapai produksi gula hablur 1,6 juta ton, dan mengekspornya sebanyak 1,1 juta ton.

Dua belas tahun setelah kemerdekaan RI, yaitu tahun 1957, Pemerintah RI mengambil alih seluruh PG yang dulunya dikuasai Belanda. Perubahan situasi, dimana tidak berlaku lagi tanam paksa menyebabkan menurunnya areal tanam tebu yaitu tingal 70-80 ribu hektar dengan produksi hanya 0,7 juta ton.

Semenjak masa Orde Baru dengan Pelita I, Pemerintah berusaha kembali menghidupkan industri gula. Maka ditemukan kemudian Varietas PS 41 pada tahun 1965 yang dapat mendongkrak produksi mencapai 1,024 juta ton, dan menaikkan produktivitas gula hablur menjadi 10,0 ton/ha. Program TRI (tebu rakyat intensifikasi) menjadi andalan baru dalam upaya menggairahkan industri gula, hingga tahun 1970 arealnya mencapai 26.714 ha.

Program TRI bisa jadi merupakan program yang memihak kepada petani, namun di pihak lain kurang menguntungkan bagi perusahaan gula yang dikelola kebanyakan oleh PTP-PTP serta perusahaan gula swasta. Terbukti pada tahun 1975 produktivitas gula hablur menurun menjadi 9,76 ton/ha, dan turun lagi menjadi hanya 6,55 ton/ha pada tahun 1980.

Meskipun sudah didirikan Dewan Gula Indonesia pada tahun 1972, keadaan pergulaan Indonesia masih belum pulih seperti pada masa kolonial Belanda dulu. Oleh karena itu PG-PG baru dibangun di luar jawa hingga tahun 1981 sampai dengan tahun 1986. Keadaan demikian membuat pemerintah mengeluarkan Keppres Nomor 28 tahun 1982 untuk menggairahkan indusri gula nasional, yaitu dengan menggalakkan Program TRI, Rehabilitasi PG, membangun PG di luar jawa dan perbaikan kebijakan harga gula.

Semenjak ditemukannya varietas unggul baru pada tahun 1982, yaitu F 154, PS 6, M 442-51 produksi gula nasional berangsur naik kembali. Hingga pada tahun 1987 produksi gula hablur mencapai 2,11 juta ton, dengan areal lahan tebu seluas 333.975 hektar. Keadaan ini hampir menyamai produksi nasional pada tahun 1932, namun dengan areal tanam hampir dua kali lipat, separuh diantaranya adalah di lahan kering. Karena penanaman tebu banyak di lahan kering mengakibatkan produktivitas rata-rata gula hablurnya semakin menurun yaitu hanya 6,34 ton/ha, pada angka rendemen rata-rata hanya 8,21 %.

Disisi lain ketersediaan lahan semakin bersaing dengan komoditi tanaman pangan seperti Padi, Jagung, Kedelai yang harganya semakin baik. Kebijakan ketahanan pangan membuat arah kebijakan penggunaan lahan untuk areal tebu menjadi terancam. Maka kemudian pengembangan tebu mengarah ke lahan-lahan kering.

Namun hal ini belum menyelesaikan masalah, sebab produktifitas lahan yang kurang menyebabkan keuntungan PG juga belum menggairahkan. Investasi yang sangat besar untuk membangun PG-PG baru, akan begitu lama dapat mengembalikan modalnya. Pembangunan Pabrik Gula berbasis tebu diperlukan investasi yang sangat mahal, bisa mencapai Rp 1,2 Trilyun untuk kapasitas 5000 TCD.

Data produksi tebu pada tahun 2002 menunjukkan bahwa Jawa Timur mendominasi hampir 50 % produksi tebu nasional, 33 % di luar jawa sedang sisanya di Jawa Tengah, DI Jogjakarta dan Jawa Barat. Karena memang PG-PG dan areal lahan tebu banyak terdapat di Jawa Timur. Lahan-lahan tebu di Jawa kebanyakan bersaing dengan komoditi tanaman pangan, karena sebagian besar ditanam diareal sawah yang beririgasi. Beda dengan lahan tebu yang di luar jawa yang kebanyakan di lahan kering.

Keadaan pergulaan yang berbasis tebu ini kelihatannya sudah tidak bisa diandalkan lagi. Upaya demi upaya telah dibuat, namun kenyataannya kesuburan lahan semakin menurun, sehingga menyebabkan produktivitas lahan juga semakin menurun. Ditambah lagi semakin tuanya peralatan PG, sehingga membuat industri semakin tidak efisien.

Pabrik gula berbasis Aren, kenapa tidak ?
Kenapa harus Aren ?

Aren (Arenga pinnata, Merr.) adalah tanaman asli Indonesia, hampir di seluruh kepulauan Indonesia terdapat tanaman aren. Artinya aren memang kodratnya berada di Indonesia dan dapat mengatasi masalah-masalah yang diwariskan oleh Kolonial Belanda.

Padahal prospek emas si pohon aren ini sudah sejak jaman Kerajaan Mojopahit sudah dikenal. Gula aren menjadi komoditi penting perdagangan jaman kerajaan dulu. Hingga sampai jamannya para Wali Songo sudah diisyaratkan oleh Kanjeng Sunan Bonang ketika beliau dirampok oleh Berandal Lokajaya. Konon ketika dimintai harta Kanjeng Sunan Bonang kemudian menunjuk pohon Aren yang ada di dekat Berandal Loka Jaya, dimana pohon Aren itu laksana emas yang berkilau-kilau. Buahnya berupa emas, pohonnya juga jadi emas, seluruh pohon aren tersebut berubah menjadi emas.
(Lihat selengkapnya di http://kebunAren.blogspot.com atau di http://www.diankusumanto.com ).

Aren biasanya disadap niranya. Nira aren yang manis menjadi minuman yang menyegarkan. Bisa juga diolah menjadi gula. Secara tradisional nira aren diolah menjadi gula aren, gula merah atau gula semut. Sekarang dengan kemajan teknologi nira aren bisa diolah menjadi gula hablur atau gua putih, seperti gula pasir dari tebu.

Lalu dimana keunggulan aren?

Selama ini memang aren belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan keunggulannya belum banyak yang mengetahuinya. Namun banyak petani yang sudah memanfaatkan aren yang tumbuh liar di kebun-kebun atau di sekitar hutan untuk diambl nira, ijuk, lidi, kolang-kaling dan sebagainya. Mereka belum mengeunkan secara intensif, sehingga manfaatnya pun belum maksimal diperoleh.

Aren bisa disadap niranya setiap hari dua kali. Sehari bisa terkumpul 5, 10 sampai 40 liter nira setiap pohon. Namun ada kalanya pohon aren berhenti mengeluarkan nira, karena tandan bunga yang mengeluarkan nira sudah habis teriris sadapan dan tandan yang baru belum siap disadap, maka ada masa menunggu.

Kalau dikebunkan secara intensif seperti Kelapa Sawit tentu akan memberikan hasil yang lebih tinggi lagi. Dari populasi 250 pohon per hektar, setidaknya setelah masa produktif, bisa disadap sekitar 100 pohon setiap hari. Kalau rata-rata per pohon 10 liter saja, berarti akan diperoleh nira sekitar 1.000 liter/ha/hari. Kalau dihitung setahun produksi nira menjadi 360.000 liter/ha.

Nira aren inilah yang akan diolah menjadi gula. Jika diolah menjadi gula hablur atau gula putih rendemnnya sekitar 12 %, artinya dari sehektar lahan aren akan menghasilkan 12% x 360.000 liter = 42.200 kg gula hablur per tahun. Coba bandingkan dengan tebu yang sehektarnya hanya menghasilkan gula hablur dibawah 10 ton/ha/musim. Apalagi umur tebu yang mencapai 16 bulan, maka kalau ditung dalam setahun produksinya menjadi tinggal tiga perempatnya.

Sebenarnya angka 42,2 ton/ha/tahun itu angka yang relatif rendah, karena mengambil rata-rata dari tanaman yang memang tumbuh secara alami, belum dikelola secara intensif. Oleh karena itu angka tersebut sangat aman. Inilah keunggulannya. Sehingga untuk mencapai 4,22 juta ton gula, kita hanya cukup membuka 100.000 hektar saja. Bandingkan dengan lahan tebu yang diperlukan sekitar enam kali lipatnya.

Apa ada lagi keunggulannya bila aren menjadi basis komoditi PG?

Ya, aren tidak memerlukan lahan yang datar, apalagi lahan persawahan irigasi. Tidak! Aren cukup ditanam di lahan-lahan yang miring, lahan kering, lahan di dekat alur sungai, di tebing-tebing. Artinya jika aren jadi basis komoditi PG tidak akan bersaing dengan areal tanaman pangan.

Selain itu investasi PG yang berbasis nira aren tidak semahal bila PG berbahan baku tebu. Artinya PG berbasis aren nantinya akan berupa PG-PG yang lebih mungil dan fleksibel dengan investasi yang sangat murah. Dengan demikian unit cost gula di tingkat pabrik menjadi sangat bersaing, PG menjadi sangat menguntungkan. Pekebun juga sangat diuntungkan karena produktifitas gula hablur per hektar pertahunnya sangat tinggi, jauh di atas pekebun tebu.

Petani sawah irigasi yang selama ini tertekan dengan kebijakan wajib tanam tebu, menjadi leluasa memilih tanaman yang paling menguntungkan bagi dirinya. Bisa kembali ke padi dengan 2 sampai 3 kali tanam dalam setahun. Kalau areal sawah yang digunaka tebu misalnya 200.000 hektar, berarti kalau hasil sawah 6 ton/ha dengan 3 kali tanam, akan ada tambahan produksi 3,6 juta ton GKP atau setara dengan beras sekitar 2 juta ton.

2 juta ton beras ?

Angka yang sangat fantastik pada saat kebutuhan akan pangan semakin krusial. Sebab urusan pangan menjadi sangat pelik, karena terkait dengan urusan ekonomi, moneter, sosial dan politik. Ya.. krisis yang terjadi pada tahun 1997 awalnya juga karena adanya krisis pangan, kemudian merembet-rembet ke moneter, ekonomi, politik akhirnya sampai keamanan yang menjadi tidak terjamin. Maka dengan bergesernya industri gula dari tebu ke aren, maka akan mengembalikan pamor Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Selain itu dengan dibukanya kebun Aren di daerah yang semula kosong akan menghidupkan perekonomian riil yang berdampak sangat luas di daerah tersebut. Belum lagi berdirinya PG-PG baru berbasis Aren, tentu akan menyerap tenaga kerja yang sangat banyak. Dalam sehektarnya kebun Aren diperlukan tenaga kerja sekitar 4-7 orang. Jadi seandainya akan dibuka 100.000 ha, maka tenaga yang akan terserap adalah antara 400.000 sampai 700.000 tenaga kerja. Belum lagi kebutuhan tenaga kerja pada PG-PG yang baru dibangun tersebut.

Dosa apa yang kita lakukan selama ini?
Sehingga kita baru menyadari ?

Memang seharusnya kita nggak terbelenggu oleh sisa-sisa Kolonial Belanda. Yang memperkosa petani dengan tanam paksa, yang memaksa sawah untuk padi dan tanaman lainnya ditanami tanaman imigran, yaitu tebu yang memang tidak ditakdirkan untuk memakmurkan rakyat, kaum petani Indonesia. Buktinya, mestinya dengan tebu petani semakin sejahtera. Itu tidak terjadi, yang justru semakin banyak industri gula berbasis tebu ini menciptakan buruh-buruh tani, buruh-buruh pabrik, lahan-lahan semakin berkurang kesuburannya, dsb.

Kenapa kita tidak kembali mengingat isyarat Kanjeng Sunan Bonang yang telah menunjuk si pohon Aren yang berprospek emas. Kenapa ? Kenapa ?
Ya.. seperti sebuah syair laguKang Ebiet G Ade, mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang !!

Dian Kusumanto <diankusumanto@yahoo.co.id>
Nunukan, Kalimantan Timur, Indonesia - 26 April 2008 19:23:37 WITA
ap????? anggota dewan etam ni ngenyuangi perut sida maha..... janji sida tu ndik di ingat dah naik ndik ingat dengan urang di bawah
dul joni <joni@yahoo.co.id>
tengarong, kaltim, Indonesia - 24 April 2008 14:25:32 WITA
web site yg penuh manfaat.....
kunjungi kami pula di http://www.tamanbiofir.com
ada bonus hp cdma samsung e-120 selama april 2008
trm ksh.....

tamanbiofir <tamanbiofir@gmail.com>
Jaksel, jakarta, Indonesia - 21 April 2008 14:59:52 WITA
bila hak kmi ne T3D gajihan ndik sihankah qt dgn kami,,, kita xaman tur terus keluar daerah makan pitis rakyat kami makan apa
bangsat <cakef_@yahoo.com>
tenggarong, kaltim, Indonesia - 21 April 2008 11:09:48 WITA
Wah rame jua buku tamunya ni leh. jadi banyak tahu nyawani dengan sida tu. memangleh edy tu tukang nyebuti urang maha, padahalnya lebeh mahut lagi.
Lepong <lepongmahaleh@yahoo.com>
tenggarong, kalimantan Timur, Indonesia - 21 April 2008 10:27:15 WITA
To:Edy Mulawarman
Buat apa mengembalikan dana ke KPK toh dulu saat para pejabat diminta KPK mengembalikan dana anda bilang para pejabat tidak mengerti aturan Hukum ( seolah-olah hanya anda yang tahu aturan hukum )saat anda diminta mengembalikan dana anda berbicara dimedia surat kabar anda siap mengembalikan, anda sangat aneh dan lucu. anda juga tidak mempunyai ketetapan hatitetap dan selalu berubah dalam mengambil sikap. anda jg selalu mengkritisi orang tetapi anda sendiri sama seperti orang yg anda kritik. saya juga sudah baca semua tulisan anda didalam buku tamu di website2 yang lain tulisan2 anda benar2 mengkritik tetapi disaat posisi anda hampir seperti mereka anda juga seperti mereka anda ingat tulisan anda HUTANG BUDI DIBALAS BODY apakah anda tidak seperti itu??? seberapa jujurkah anda kepada istri anda??????? saran buat anda orang baik adalah orang yang tidak membuka aib orang lain, jangan anda membuka aib orang untuk menutupi aib sendiri, dan mencari keuntungan dibalik itu. sesungguhnya ALLAH tidak pernah tidur hingga kita terlepas dari pengawasanNYA. dimana dulu anda membenci pejabat di KUKAR dan selalu mengkritiknya dan sekarang anda memujanya dan bahkan meminta uang dijalan yang katanya untuk membantunya. anda sekarang sudah meludah keatas terkena muka anda sendiri. Semoga ucapan anda di surat kabar betul bahwa anda tidak tahu dana yang dibagikan itu dana bansos, hanya TUHAN yang tahu ucapan anda HUKUM KARMA pasti berlaku.

Jali Junaidy <Ja_Judy@yahoo.com>
tenggarong, kalimantan Timur, Indonesia - 20 April 2008 11:09:56 WITA
i love this site
aba mugu <maga@yahoo.com>
angola, aba, Indonesia - 19 April 2008 23:50:06 WITA
Tolong komisi terkait agar merekomendasikan pemecatan saudara TRI G bagian SIG Dinas Pertambangan Kukar, karna sering memberikan informasi yg tidak benar kpd masyarakat untuk melindungi kepentingan koleganya (KKN)..diduga kuat dia bermain untuk penerbitan ijin SKIP, diduga dia jg punya KP bt.baru...kalau bapak2 ragu, silakan menyamar jd pengusaha yg mau mengurus ijin SKIP...
Udin <lamberto.magis@yahoo.co.id>
Marangkayu, Kaltim, Indonesia - 18 April 2008 11:05:05 WITA
BAGAIMANA KAMI BISA MEMPEROLEH RINCIAN APBD TAHUN 2008

THANKS

milu darwin <milu_darwin@yahoo.com>
jakarta, dki jakarta, Indonesia - 17 April 2008 16:01:22 WITA
Halaman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
 

 

ANGGOTA dan Sekretariat DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi dan evaluasi tentang fasilitas serta pelayanan terhadap anggota DPRD yang baru dilantik 3 bulan yang  lalu .
ANGGOTA dan Sekretariat DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi dan evaluasi tentang fasilitas serta pelayanan terhadap anggota DPRD yang baru dilantik 3 bulan yang lalu .
Foto: dprdkutaikartanegara.go.id/reza   
 
 ADKASI.or.id 
 DPR.go.id 
 Indonesia.go.id 
 Kaltim.go.id 
 Kota Balikpapan 
 Kota Samarinda 
 KPU.go.id 
 MPR.go.id 
 Bappeda Kukar 
 KPU Kutai Kartanegara 
 KutaiKartanegara.com 
 KutaiKartanegara.go.id 
 Lensa Kukar 
 Astaga.com 
 Berita Antara 
 Detik.com 
 Google Indonesia 
 Yahoo Indonesia 
 

 

 
Copyright © 2004-2010 Sekretariat DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara