RESES : Warga Keluhkan Pelayanan Kesehatan Sampai Sekolah Siswa Harus Bawa kursi Sendiri
 Anggota DPRD Max Donal Tindage Melakukan reses (Foto: dian) |
|
|
|
DIPENGHUJUNG tahun 2011, anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan reses tahap III masa sidang I ke dapil masing- masing. Kegian reses kali ini dimulai pada tanggal, 28 Desember sampai dengan 1 Januari 2012.
Dalam kegiatan ini para anggota dewan bertemu dan berinteraksi langsung dengan perwakilan dari warga masyarakat. Sejatinya Reses adalah momen kemesraan antara Anggota DPRD sebagai Wakil Rakyat.
Max Donal Tindage salah satu anggota DPRD Kukar yang melakukan kegiatan resesn di dapil III yakni Kecamatan Muara Kaman dan Kecamatan Tenggarong Seberang denga sasaran tiga desa yakni Desa Lebaho Ulak, Kecamatan Muara Kaman dan Desa Tanjung Batu dan Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, banyak menerima aspirasi.
Hal yang paling banyak dikeluhkan adalah infrastruktur, baik itu jalan, listrik, air bersih, aset daerah, pendidikan hingga kesehatan. Rusmini salah satu warga Desa Lebaho Ulak mengeluhkan minimnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekitar. Adanya Puskesmas pembantu ( Pusban) tidak begitu banyak bisa membantu khususnya melayani masyarakat dan ditambah belum ada listrik dan air bersih.
"Yang tak kalah menyedihkah pusban kami juga belum dilengkapi fasilitas yang laik, apa lagi sekarang perawat yang bertugas didesa kami saat ini melakukan cuti, pelayanan terhadap masyarakat otomatis terhenti, padahal orang sakit tidak bisa kita tunda," ungkap Rusmini dengan nada kesal.
 Max Donal juga meninjau SDN 001 Desa Loa Ulung Kecamatan Tenggarong Seberang (Foto: dian) | |
|
|
Dikatakan, kami sudah meminta kepada aparat kecamatan untuk diberikan pengganti perawat yang berhalangan tapi sampai sekarang belum ada, desa kami hanya dikunjungi perawat dari kecamatan 1 sampai 2 minggu sekali.
Warga juga ingin mendapatkan Jaminan Kesehatan Daerah (jamkesda), setelah kami bawa ke RSUD tenggarong, warga kami ditolak jamkesdannya oleh petugas rumah RSUD dengan alasan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang lama tidak bisa digunakan. "Harus KTP Nasional yang baru dan harus ada surat rujukan dari pihak kecamatan, sedangkan kami utuk menuju kecamatan Muara Kaman saja sangat jauh, dan memerlukan biaya yang cukup besar, kami berharap jamkesda ini jangan dipersulit dalam hal administrasi," ujar Rusmini
Sementara itu, Sekretaris Desa (sekdes) Loa Ulung Riduan mengeluhkan Sekolah Dasar No.001 Loa Ulung Kecamatan Tenggarong Seberang yang dibangun sejak sejak 60 tahun yang lalu sudah dilakukan rehap itu pun cuma hatap.
"Sedangkan dinding dan lantai belum pernah diperbaiki, sehingga kondisinya sangat memprihatinkan. Dengan murid berjumlah kurang lebih 280 orang, sedangkan ruang kelas yang tersedia 8 ruangan," katanya.
Dikatakan, sekolah kami masih membutuhkan penambahan 4 ruangan, utuk sementara banyak anak –anak di desa kami tidak bisa sekolah di sini disamping ruangan terbatas. "Murid-murid yang mau sekolah di SD 001 ini harus dibebani membawa kursi masing-masing dari rumah," katanya.
Pihak sekolah tidak menyediakan tempat duduk dan meja belajar dikarenakan tidak ada jatah dari Dinas Pendidikan. "Bagi orang tuanya yang ingin anaknya tetap sekolah terpaksa sekolah ke desa tetangga yakni di Desa Loa Pari yang jarak tempuhnya cukup jauh," kata Riduan.
Diharapkan dengan adanya reses dewan kali ini bisa memberikan solusi atau masukan kepada dinas instansi terkait apa yang menjadi persolan masyarakat yang ada di desa Loa ulung.
 Anggota DPRD Max Donal Tidage akan segera menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan (Foto: dian) | |
|
|
Anggota DPRD Max Donal Tidage sangat menyayangkan adanya kejadian ini, saya selaku anggota komisi IV DPRD Kukar yang mebidangi Kesehatan, Sosial dan Pendidikan, meminta kepada masyarakat jangan segan-segan melaporkan apa yang mejadi keluhan. "Aspirasi masyaraka ini sangat beharga bagi saya, saya bersama teman-teman yang ada di komisi IV akan melakukan hearing baik dengan dinas pendidikan maupun dinas kesehatan Kukar," katanya.
Kepada Dinas Kesehatan harus banyak melakukan sosialisasi kepada masyarakat, jangan sampai masyarakat kita tidak tau dan merasa dibebani dengan persoalan administrasi untuk memeriksakan kesehatannya. "Untuk cari makan saja susah apalagi dibebani pikiran," kata Max Donal.
(
dian)