Pemetaan Kompetensi Guru Harus Bebas Biaya
 H.Saiful Aduar, (Foto: ) |
|
|
|
Pelaksanaan peta kompetensi dan uji ulang bagi calon guru harus didukung oleh semua pihak. “Pemetaan kompetensi dan uji ulang guru harus mendapat sambutan yang baik bagi seluruh stakeholder pendidikan bangsa ini, karena peradaban pendidikan terletak pada kualitas dan kuantitas pendidik”. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu Kutai Kartanegara Saiful Aduar di Tenggarong, Selasa (26/6).
Pelaksanaan pemetaan kompetensi Guru tahun 2013 setidaknya melibatkan guru bersertifikat sebanyak 1.020.000 Guru. Sedangkan Uji Kompetensi Awal akan diikuti sebanyak 280.000 Guru.
Saiful Aduar yang juga Anggota Dewan Pendidikan Kutai Kartanegara menambahkan, pelaksanaan peta kompetensi dan uji ulang bagi tenaga pendidik juga harus bebas dari biaya karena bagian dari program pemerintah. “Program pemetaan kompetensi dan uji ulang guru jangan sampai dipungut biaya dan dijadikan proyek.” tegasnya.
Masih menurut Saiful Aduar, pelaksanaan peta kompetensi dan uji ulang selayaknya tetap mengedepankan output dan kualitas, bukan sebaliknya jadi program yang tak memberikan kontribusi terhadap perbaikan pendidikan nasional. “Orientasi pada hasil dan kualitas pada pemetaan dan uji kompetensi guru harus di nomor satukan” ujarnya.
Selain itu, Saiful Aduar juga berkomentar bahwa pelaksanaan pemetaan dan uji kompetensi guru sejatinya harus dipublikasikan dan jelas periodisasi waktunya. “Selama ini pelaksanaan uji kompetensi minim publikasi dan tidak jelas periode waktunya” tutur Saiful Aduar.
Berdasarkan informasi Kemdikbud, pada tahun 2013 akan dilakukan peta kompetensi guru dengan melibatkan 1,3 juta guru. Sedangkan sampai saat ini guru berkompetensi berjumlah 2,9 juta orang.
(
sp)