Komisi X DPR RI Kunjungi Sekolah Di Kukar
 Ketika menyambut kedatangan anggota Komisi X DPR RI Ke Sekolah SDN 028 Tenggarong (Foto: murdian ) |
|
|
|
Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata , Ekonomi Kreatif , Perpustakaan, Pemuda dan Olahraga Rombongan dipimpin langsung Ketua Tim Wakil Ketua Komis X DPR RI Ir.H.M Ridwan Hisyam dan Beberapa anggota komisi dan Sekretariat Jenderal DPR RI.Selasa 16/12 kemarin pagi
Rombongan disambut langsung wakil ketua DPRD Kukar H. Rudiansyah,SH, Ketua Komisi IV Isnaini,SH, Jumarin Tripada SH anggota , Asisten dan beberapa kepala SKPD Pemkab Kukar.
 Krisna Mukti salah satu anggota komisi x melihat langsung proses belajar mengajar di SDN 028 (Foto: mudian ) | |
|
|
Kunjungan pertama ke Sekolah Dasar Negeri 028 Tenggarong, di SDN 028 Anggota Komisi X melihat langsung kondisi beberapa ruangan, melakukan dialog dengan murid dan Guru dan melihat buku yang ada di perpustakaan sekolah, usai berdialog dengan bebeapa guru, rombongan bergerak menuju SMP Negeri 2 yang berada di Kelurahan Mangkurawang, rombogan disambut Kepala Sekolah Abdurrasid,M.Pd dan Guru-guru yang ada disekolah, rombongan melanjutkan ke SMA 1 Tenggarong dan SMK 1 Tenggarong.
Disela mendamping kunjungan wakil ketua DPRD Kukar H. Rusdiansyah mengatakan pada media ini, merasa sangat gembira atas kedatangan wakil rakyat yang ada di DPR RI, ini patut kita beri penghargaan yang tinggi, kerena selama ini jarang sekali anggota DPR RI sebanyak ini berkunjung ke daerah kita, “kita Sama –sama berharap dengan kedatangan DPR ini ada singkronisasi terjalin antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah khususnya dibidang Dunia Pendidikan dan Pariwisata, dengan kedatangan mereka ke daerah ini sedikit banyak mereka mengetahui dan melihat langsung keberhasilan program yang dibuatnya”. Ungkapnya Rusdiansyah
 ketika berkunjung ke SMP 2 Mangkurawang tenggarong (Foto: murdian ) | |
|
|
Ketua Komisi IV DPRD Kukar Isnaini,SH menambahkan kita sama-sama berharap kedatangan komisi X ke kukar ini bisa membawa angin segar di dunia pendidikan terutama di kukar, saat ini kita melihat baik itu media cetak maupun elektronik tentang kurikulum.
Kurikulum segera berubah pada 2013 untuk SD, SMP, SMA, dan SMK. Pihak pemerintah menyebutnya sebagai "pengembangan kurikulum" bukan "perubahan kurikulum." Saya kira pertimbangan pemerintah dengan penyebutan ini terkait dengan dampak psikologisnya, bukan substansinya. Karena, bila yang dipakai istilah "perubahan kurikulum" akan menggegerkan dunia pendidikan kita akibatnya hal itu akan menambah kegalauan kolektif bangsa ini.
Kebijakan pendidikan yang diambil harus melalui tahap-tahap pembuatan kebijakan, yakni: tahap perumusan masalah, tahap agenda setting, tahap formulasi kebijakan, tahap legitimasi kebijakan, tahap implementasi kebijakan, dan tahap evaluasi kebijakan.
Saya melihat dengan kedatangan komisi DPR RI yang membidangi pendidikan ke sekolah-sekolah bisa mengambil suatu perbaikan dengan kebijakan-kebijakan skala kecil, “misalnya bagaimana pendidikan karakter dilakukan agar lebih berhasil; bagaimana peningkatan guru agar lebih kompeten; bagaimana para murid agar lebih termotivasi”. Kata Isnaini
(mur)