DPRD Kutai Kartanegara
Warta DPRD: Edi Damansyah Resmi Dilantik Jadi Bupati Kukar Definitif
post

Edi Damansyah Resmi Dilantik Jadi Bupati Kukar Definitif


Acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dilaksanakan di Pendopo Lamin Etam,Kantor Gubernur, (Foto: dell)
PEMBERITAAN DPRD, Setelah 17 bulan menjabat Plt Bupati Kukar, Edi Damansyah resmi dilantik sebagai Bupati definitif. Acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dilaksanakan di Pendopo Lamin Etam,Kantor Gubernur, Jl Gajah Mada, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (14/2/2019) pukul 10.00 Wita.

Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan petikan Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) No.131.64.254 Tanggal 6 Februari 2019, dari Wakil Bupati menjadi Bupati Kukar sisa masa jabatan 2016-2021.

Tanpak hadir dalam prosesi pelantikan Dirjen Otonomi Daerah Depdagri, Pangdam VI/Mulawarman, Kapolda Kalimantan Timur, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Timur, para Bupati Kab /Kota se-Kalimantan Timur.

Dari Kukar, terlihat Ketua DPRD Kukar, Wakil Ketua DPRD Kukar, Anggota DPRD Kukar, serta Forkopimda Kutai Kartanegara. Kepala OPD, Sultan beserta Kerabat Kesultanan Kutai ing Martadipura. Mantan Bupati dan Mantan Wakil Bupati, para sesepuh/tokoh adat/tokoh masyarakat, Ormas, pemuda dan wanita se-Kutai Kartanegara.



etikan Surat Keputusan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) No.131.64.254 Tan (Foto: Dell)
Gubernur Kaltim, Isran Noor mengatakan atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, mengucapkan selamat atas dilantiknya Bupati Kutai Kartanegara definitif, Drs H Edi Damansyah, M.Si , Setelah hampir dua tahun menjadi Pelaksana tugas (Plt), Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar). "Akhirnya hari ini Kabupaten Kutai Kartanegara memiliki bupati definitif, sisa masa jabatan 2016-2021," katanya.

Mulai saat ini peran, tugas dan tanggung jawab Edi Damansyah sudah jelas dan harus siap bekerja dan melaksanakan tugas-tugas sesuai kewenangannya selaku Bupati Kukar menggantikan Hj Rita Widyasari.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan inbauan dan harapan agar Edi Damansyah segera melakukan pembenahan dan memantapkan peran aparatur di jajaran Pemkab Kukar, menjalankan roda pemerintahan, melaksanakan dan mengatasi permasalahan pembangunan, menjalin kerjasama yang harmonis dengan lembaga yudikatif, legislatif (DPRD), partai politik, TNI/Poiri, Swasta, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), para tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda, wanita dan lain sebagainya," ucapnya.

Jadikan berbagai komponen dan keberagaman yang ada di dalam masyarakat untuk saling mendukung, menjadi satu kekuatan dan potensi yang besar dalam menjadikan Kukar menjadi lebih maju dan sejahtera, di saat sekarang dan di masa yang akan datang. Selain itu, Kukar adalah tanah harapan karena memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup besar seperti hutan, migas dan hasil-hasil pertambangan.



tugas dan tanggung jawab Edi Damansyah sudah jelas dan harus siap bekerja dan melaksanakan tugas-tug (Foto: yeni)
“Tidak terkecuali seni dan budaya serta pariwisata. Terlebih lagi, Pemkab Kukar didukung dengan keberadaan Kesultanan Kutai ing Maradipura yang telah dikenal hingga mancanegara. Potensi SDA dan seni budaya serta pariwisata itu harus dapat dikelola dengan baik untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Kukar, sejalan dengan visi dan misi RPJMD Pemprov Kaltim yaitu :

"Berani untuk Kaltim Berdaulat".Jadikan Kukar sebagai daerah yang aman dan kondusif, utamanya dalam menjelang digelarnya Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019. Semoga situasi yang aman dan damai juga secara langsung akan menjadikan Kukar dan Provinsi Kaltim pada umumnya semakin maju, makmur dan sejahtera.

“Kita juga sama-sama berdoa agar Hj Rita Widyasari mantan Bupati Kukar yang mengalami musibah bisa tabah dalam menghadapi cobaan, setiap orang tidak ingin terkena musibah. Namun musibah bisa menimpa setiap orang, kia ketahui bersama Rita Widyasari sudah sangat berperan dalam pembangunan dan mensejahterakan masyarakat Kutai Kartanegara,” kenang Isran Noor. (Mur/Mar)