DPRD Kutai Kartanegara
Warta DPRD: Ketua DPRD Dampingi Bupati Pantau UNBK SMP di Tenggarong dan Loa Kulu
post

Ketua DPRD Dampingi Bupati Pantau UNBK SMP di Tenggarong dan Loa Kulu


Ketua DPRD Kukar bersama Bupati Kukar melihat langsung pelaksanaan UNBK SMP1 Tenggarong (Foto: murdian)
PEMBERITAAN DPRD, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah bersama Ketua DPRD kukar Salehuddin, S.Sos, S.Fil meninjau pelaksanaan hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di beberapa SMP di Kecamatan Tenggarong dan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Senin (22 /4/2019).

Turut hadir dalam rombongan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Hifsi G Fachrannsyah, ST, M.Si, Kepala Bapedda Wiyono dan Camat Loa Kulu, Adriansyah.

Kunjungan pertama rombongan ke Jalan KH Dewantara SMP Negeri 1 Tenggarong, rombongan diterima langsung kepala SMPN1 Tenggarong, Mustangirun dan beberapa guru. Bupati dan para pejabat langsung meninjau pelaksanaan UNBK di gedung baru yang belum selesai 100 persen itu.

Pelaksanaan UNBK di SMPN 1 diikuti 269 orang, menggunakan 5 ruangan sempat tertunda beberapa jam akibat terkendala jaringan listrik karena bangunan yang ada baru selesai 6 ruangan. fasilitas jaringan listrik belum terpasang, untuk mengatasinya sempat mendatangkan langsung petugas PLN Cabang Tenggarong.



Bupati cek langsung koneksi jaringan yang ada di SMP 2 Jembaya Kec Loa Kulu (Foto: murdian)
"Bangunan SMPN 1 ini baru kami tempati langsung untuk pelaksanaan UNBK hari ini, karena selama 3 tahun ini kami pinjam SMKN 2 Ahmad Dahlan, jadi anak-anak ingin merasakan gedung yang baru ini barang tentu kami masih belum lengkap fasilitas yang ada, kalau masalah jaringan dan komputer untuk sementara ini tidak ada kendala”. ungkapnya

Rombongan melanjutkan ke SMP Negeri 2 Jembayan Kecamatan Loa Kulu, diterima langsung kepala SMPN2 Muhtar, S.Pd, M.Pd. Pelaksanaan berjalan lancar , komputer dipinjam SMAN 1 Loa Kulu dari peserta 204 orang yang ikut pelaksanakan berjumlah 199, tidak ikut serta UNBK . Menurut keterangan salah satu guru, 1 orang perempuan dan 2 laki -laki karena nikah dini.

Sekolah terakhir yang didatangi adalah SMPN1 Loa Kulu dan diterima Fadriansyah, S.Pd, M.App.Ling dan beberapa guru, di SMPN 1 ini tidak ada kendala cuma ruang laboratorium, dan musala terendam banjir tapi ini tidak menganggu dalam pelaksanaan UNBK hari ini, terbagi tiga sesi, hari pertama pertama Bahasa Indonesia, hari kedua Bahasa Inggris, hari ketiga Matematika, dan terakhir IPA, pelaksanaan sampai 25 April.



Persiapan Peralatan UNBK SMP (Foto: murdian)
Salehuddin yang mendampingi Bupati mengatakan ingin memastikan pelaksanaan UNBK di Kukar berjalan lancar, cuma kendala masalah listrik yang berada di SMPN1 tenggarong, Untuk mengakhiri ujian mereka ingin merasakan gedung baru , selama 3 tahun ini mereka menumpang di SMK2 Tenggarong, untuk fasilitas masih terbatas, tetapi animo mereka berkeinginan di akhir-akhir masa sekolah mereka ujiannya di sekolah mereka yang baru. "Tapi alhamdulilah dari tiga sekolah yang kita kunjungi bisa berjalan dengan baik," katanya.

Ia berharap semoga sekolah-sekolah yang ada dipelosok pedalaman kabupaten kutai ini bisa berjalan sesuai dengan harapan bersama. Untuk SMPN 2 yang terkendala tidak ikut UNBK, karena perrnikahan dini ini jika benar ini diharapkan ini harus dicari faktor apa, karena setingkat SMP ini tergolong masih muda.

“Instansi terkait terutama Balikbangda bisa menelisik lebih dalam faktor apa sampai terjadi pernikahan di bawah umur, kerena ini konteknya sedikit berbeda kalau di daerah pemukiman nelayan di pedalaman yang terpencil ini ini sudah sering kita dengar karena keseharian mereka dihabiskan membantu orang tua untuk bekerja, tapi SMP Jembayan ini masih termasuk dekat dengan kota kecamatan Kota Kabupaten yang fasilitas serba berkecukupan, tingkat ekonomi keluarga tidak tergolong ekonomi rendah seharusnya kita sayangkan tidak terjadi, tapi ini terjadi ini ada sesuatu hal yang lain yang perlu dicari permasalahannya agar tidak terjadi lagi ditahun yang akan datang," ungkap Salehuddin. (Roby /Mur )