DPRD Kutai Kartanegara
Warta DPRD: Intensifkan Pembangunan, DPRD Kukar Studi Banding Ke Sukabumi

Intensifkan Pembangunan, DPRD Kukar Studi Banding Ke Sukabumi


Ketua DPRD Kukar, Menerima Cenderamata Dari Pemkab Sukabumi (Foto: Murdiansyah)
Sebagai kabupaten yang terus membenahi daerahnya untuk lebih maju lagi di masa depan, Kutai Kartanegara memang memerlukan daerah lain untuk perbandingan, telah sejauh apa kemajuan pembangunan dan bagaimana cara menghadapi kendala yang ada di lapangan. Bertolak dari pemikiran inilah, DPRD dipimpin Ketuanya H Bachtiar Effendi, pada 14 September lalu, melakukan studi banding ke Sukabumi.

Dalam kunjungan yang diikuti sekitar 15 orang anggota dewan dari lintas komisi tersebut, rombongan DPRD Kukar menyelisik kelebihan Kabupaten Sukabumi di bidang pengelolaan pariwisata, menangani dan mengelola Raperda (Rancangan Peraturan Daerah), masalah pertambangan sampai kepada bagaimana kiat-kiat daerah yang masuk ke dalam Propinsi Jawa Barat itu, mengatasi permasalahan langkanya BBM.



Ketua DPRD Beserta Rombongan Meninjau Lapangan (Foto: Murdiansyah)
Berbagai keterangan seputar berbagai sektor di atas dianggap penting, lantaran kabupaten itu dinilai cukup maju dalam mengelola pariwisata dan juga berpengalaman di bidang penanganan berbagai Raperda. Sebagai salah satu daerah tingkat dua di Pulau Jawa, Sukabumi yang memiliki jumlah penduduk 2.075.141 jiwa tersebut, juga dipandang cukup baik untuk dijadikan sampel penanganan kelangkaan BBM yang kian merebak di berbagai wilayah Indonesia.

Asisten IV Sekkab Sukabumi Drs Husim Berata yang menyambut dan menerima rombongan menegaskan, pihaknya sangat bangga dan bahagia mendapatkan kunjungan rombongan DPRD Kutai Kartanegara yang ternyata pembangunannya justru telah menampakkan hasil signifikan.

Berkaitan dengan keinginan rombongan yang ingin mengetahui kiat-kiat daerah itu dalam mengelola pariwisata, Husim menyambutnya dengan sangat antusias. Memang untuk permasalahan pariwisata, daerah itu telah mengalami pengalaman yang cukup lama. Apalagi obyek-obyek yang dapat dijual kepada para pelancong juga cukup banyak, seperti pemandian air panas, alam pegunungan, hutan, laut, dan pantai, serta sungai di miliki oleh kabupaten ini.



Ketua DPRD H Bachtiar Effendi, Fhoto Beserta Anggota Dewan Lainnya (Foto: Murdiansyah)
Adapun mengenai penanganan Raperda ataupun Perda, juga dapat dipelajari mengenai berbagai peraturan yang ada. Seperti Perda Nomor 21 Tahun 1996 tentang Recana Umum Tata Ruang Wilayah Kota Pelabuhan Ratu dan Perda Nomor 10 tahun 1999 mengenai Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sukabumi. Atau dapat pula mempelajari mengenai Rencana Strategis Pembangunan Kabupaten Sukabumi untuk periode 2001-2010, yang tertuang dalam Perda Nomor 14 Tahun 2001.

Untuk lebih menyempurnakan Perda-Perda yang ada, Husim mengakui daerahnya juga masih tetap melakukan studi banding ke berbagai daerah, guna melihat aturan yang ada di wilayah tersebut, termasuk juga dari Kutai sendiri, untuk dijadikan pembanding. Menyinggung soal kelangkaan BBM di berbagai pelosok tanah air, ia mengakui tidak begitu berpengaruh, pasokan minyak tetap lancar dan aman.

Berbicara mengenai pertambangan, daerah itu juga memiliki beberapa titik eksplorasi mineral dan sektor itu didukung oleh sebuah infrastruktur yang kuat. Seperti pabrik Baja Texmaco, Semen Cibinong dan berbagai pabrik sekala menengah lainnya.

Berdasarkan penjelasan dari tuan rumah, rombongan dewan kemudian dapat menangkap beberapa point yang akan dipelajari lebih lanjut, yaitu cara penanganan pariwisata, penyusunan Raperda, dan penerapan Perda. Dalam membangun tidak hanya berkiblat pada satu sektor saja, melainkan berusaha untuk mengcover semua sumber PAD, seperti agrobisnis, pertambangan, pariwisata yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, dengan mengandalkan pengelolaannya kepada SDM dan SDA yang bermutu. (sahrin/dian)